- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Bupati Resmikan Grand Opening MDS Di MATOS
Mamuju Kareba1- Hari ini, (Rabu,09/05/2018), Bupati Mamuju H.Habsi Wahid resmikan Grand Opening Matahari Departemen Store (MDS) di Maleo Town Square (MATOS), hadirnya Matahari di Maleo Town Square sebagai pusat perbelanjaan modern yang pertama kali hadir di Mamuju, layaknya seperti di kota-kota besar lainnya. Masyarakat bisa menikmati perbelanjaan modern dan wahana permainan anak. Selain hal itu, juga bisa menumbuhkan tingkat perekonomian masyarakat Mamuju yang lebih baik dimasa yang akan datang. Dengan menghadirkan tenaga-tenaga kerja profesional dan bisa menurunkan angka pengangguran di Mamuju dikarenakan mampu menyerap tenaga-tenaga kerja yang dipekerjakan di Maleo Town Square Mamuju.

Terkait dengan ketenaga kerjaan di Mamuju dengan hadirnya (MATOS), dibuktikan dari kurang lebih 200 kariyawan MDS yang sudah profesional siap melayani konsumen yang hadir untuk berbelanja dengan melalui karangtina selama kurang lebih dua bulan lamanya sebelum peresmian. Yang notabenenya sekitar 75% diutaman putra-putri mamuju itu sendiri.
Bukan hanya pengangguran yang menurun dengan hadirnya MATOS, perekonomian mamuju bisa terbangun melalui Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang juga diberi peluang di MATOS untuk melakukan transaksi jual beli. Ujar H.Habsi Wahid usai mengunjungi fasilitas yang disuguhkan oleh MATOS.

Manajer MATOS bekerja sama dengan Miranti Hadisusilo direktur PT.MDS , menyampaikan bahwa kain khas mamuju “SEKOMANDI” bisa dipasarkan di matahari, dimana sekomandi adalah kain yang dikenal sebagai kain khas kota mamuju yang sering digunakan masyarakat ketika penyelenggarakan sebuah acara. Termasuk pada saat peresmian MDS. Bukan hanya itu, kain sekomandi juga sudah masuk dalam standar nasional sehingga bisa dipasarkan di matahari.
Adanya wahana permainan anak dan banyaknya diskon besar-besaran yang disuguhkan oleh pihak Matahari, mengundang minat belanja masyarakat mulai dari kalangan ibu-ibu, bapak-bapak, remaja dan anak-anak. Dan masih banyak lagi event-event yang akan diselenggerakan mulai dari tgl 9 hingga tanggal 18 Mei 2018 terkait hadirnya MATOS di Mamuju.
Peresmian MDS diserayakan dengan pengguntingan bunga melati bersama dengan :
H.Habsi Wahid Bupati Mamuju, Miranti Hadisusilo direktur PT.Matahari Departemen Store Hj.Sitti Amalia Fitri Aras Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Barat (DPRD SULBAR), Hj.Sitti Suraidah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mamuju ( DPRD Kab.Mamuju), H.Sudarno Majid Staf ahli Gubernur Sulawesi Barat, Andi Muh Hamka KAJARI Mamuju, AKBP Edi Kurniadi Waka RESKRIMSUS POLDA SULBAR, Mayor Inf Andi Ismail Kasdim 1418 Mamuju, Mayor Inf Muh.Jen Yusuf Kasi Log KOREM 142 /Tatag, H.Nirmala Sari Aras Ketua Penggerak PKK Mamuju, H.Suhardi Duka Mantan Bupati Mamuju, Pieter David Wijaya Komisaris KMP Grup, Andri Rumantir Human Reseoerses Direktur Matahari Departemen Store.(HMS/SITA)



0 comments