- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Bupati Mamuju Jenguk Pasien Balita Korban Obat Palsu

Bupati mamuju melihat langsung kondisi balita korban obat palsu di RSUD Mamuju.
Pemerintah Kabupaten Mamuju Himbau Aparat Kesehatan Edukasi Masyarakat.
Mamuju Kareba 1- Bupati Mamuju H. Habsi Wahid menjenguk balita korban obat palsu Di Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Mamuju Senin, (15/01/2018)
Warga Desa Patidi yang bernama Riski Alif (2) tahun yang kini menderita Gizi Buruk akibat salah mengkonsumsi obat herbal.
Menurut dr. Suhendra SpA yang menangani pasien tersebut sebenarnya mengenail obat palsu itu bukan kewenangan kami dari dokter, kami hanya menangani pengobatan pasien karena yang lebih berwenang itu adalah Dinas Kesehatan yang mempromosi kesehatan dan Balai POM yang lebih mengetahui mungkin ini hanya kurangnya promosi dilapangan sehingga pemahaman masyarakat kita kurang, baiknya masyarakat yang mau berobat atau menggunakan obat langsung saja ke rumah sakit atau kedokter yang lebih tau soal obat bukan kepada orang tidak jelas, kalau bisa yang menjual obat sembarangan harusnya di tangkap, Ujarnya.
Menanggapi Hal itu, Bupati Mamuju Himbau agar masalah peredaran obat palsu ini perlu ada edukasi juga kepada masyarakat agar bila mana kita mendapatkan penjualan yang tidak terdaftar ini juga harus segera di antisipasi karena tidak semua yang di jual dengan bebas itu bisa betul – betul bermanfaat untuk kesehatan anak. Ini sungguh sangat memprihatinkan, “ Saya sampaikan kepada Dinas Kesehatan dan RSUD untuk selalu memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam kondisi yang seperti itu lagi jadi jangan sampai ada yang memanfaatkan dan manfaatkan tentu ini juga akan menjadi perhatian khusus untuk masyarakat ”.
Selain, Riski Alif (2) tahun Penderita Gizi Buruk/Obat Palsu Bupati Mamuju juga kunjungi anak asal Keacamatan Kalukku Marwah (5) tahun penderita gagal ginjal dan Renaldi (5) tahun warga Desa Dungkait Tapalang Barat divonis mengidap kanker darah Leukeimia yang kini sudah ditangani dokter dan selanjutnya akan melakukan rujukan meski terkendala persoalan pembiayaan orang tua selama proses perawatannya tetapi untuk menanggulangi itu Pemerintah Daerah Mamuju akan membantu untuk mendapatkan rujukan serta diberikan bantuan yang sesuai dengan kondisi anak.
Sumber: (HMS. LSDH)



0 comments