- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Komunikasi Via HP di Kampung Gubernur Sulbar Kembali Tertutup
MAMUJU KAREBA1-Warga di Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang sejak beberapa waktu belakangan telah menikmati sambungan telephon seluler atau handphone (HP) kini terpaksa harus kembali putus komunikasi dengan dunia luar. Pasalnya sejak dua pekan terakhir, jaringan seluler di kampung kelahiran gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh ini tidak lagi berfungsi.
“Jaringan HP di Kecamatan Aralle, Mambi dan sekitarnya terputus sejak dua pekan terahir, tanpa diketahui penyebabnya,” kata Awaluddin warga Aralle di Mamuju Selasa.
Ia mengatakan, sebelumnya masyarakat telah terlayani jaringan seluler meskipun tidak di semua tempat.
“Tapi kini, signal sama sekali tidak ada sehingga tidak adanya gunanya memiliki HP, karena tidak bisa dimanfaatkan,” katanya.
Menurut dia, karena kondisi tersebut, masyarakat di wilayah ini tidak bisa berkomunikasi dengan dunia luar dalam waktu cepat.
“Kondisi ini membuat ekonomi masyarakat terganggu karena kurangnya informasi maupun ketika ingin mendapatkan pelayanan dari pemerintah,” katanya.
Ia mengatakan, masyarakat tidak bisa mengakses informasi dari luar ataupun sebaliknya yang sangat dibutuhkan utuk memperlancar aktivitas.
“Masyarakat harus keluar wilayah tersebut kalau mau dapat informasi sehingga masyarakat kesulitan menjalankan aktivitasnya,” katanya.
Ia berharap pemerintah setempat maupun pemerintah provinsi Sulbar mendengarkan keluhan masyarakat tersebut, dengan segera membantu masyarakat agar jaringan seluler kembali berfungsi.
“Pemerintah diminta membantu masyarakat dengan memastikan jaringan seluler kembali melayani,” katanya.
Penulis : Gufran Padjalai



0 comments