- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
LSM DAN MAHASISWA MAMUJU AKSI 212
MAMUJU KAREBA1 — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Sulawesi Barat dan Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Mamuju Tengah (Mateng) berencana menggelar aksi di Mamuju, (2/12/16) besok.
Aksi ini diberi nama aksi ‘212 Peduli Kemanusiaan’. Namun bukan aksi yang menjadi viral di media sosial (Medsos), yakni ‘Aksi 212’ bela Islam. Jari Manis dan IPM Mateng berencana menggelar aksi peduli 3 Balita penderita Gizi Buruk di Mamuju.
Kepada wartawan, ketua IPM Mateng, Sopliadi, menyampaikan bahwa keberadaan 3 Balita di Mamuju yang menderita gizi buruk mengundang keprihatinan mereka.
“Kami sudah komunikasi di internal dan teman-teman dari LSM Jari Manis. Sebentar malam baru kami lakukan pertemuan, supaya aksi ini kita lakukan mulai besok,” kata Sopliadi.
Menurutnya, aksi ‘212 Peduli Kemanusiaan’ ini sangatlah penting dalam rangka membantu warga Mamuju yang sedang membutuhkan uluran tangan semua orang.
“Olehnya kita berharap warga Mamuju secara sukarela mengeluarkan sedekah bagi saudara kita yang sedang menderita itu, apalagi ternyata ketiga keluarga penderita ini miskin dan tak punya biaya,” tegasnya.
Ketua LSM Jari Manis, Ashari Rauf, menyampaikan aksi ini sebagai bentuk kepeduliaan kepada sesama. Dirinya berharap agar warga Mamuju dapat memberikan sumbangsi sekecil apapun demi meringankan beban penderita gizi buruk ini.
“Sekecil apapun yang kita sumbangkan pasti bernilai ibadah. Kami mengapresiasi kakanda Ado Mas’ud yang sudah membantu penderita gizi buruk ini. Selanjutnya, ayo masyarakat Mamuju ikut membantu saudara kita yang membutuhkan bantuan,” terang Ashari yang juga salah seorang jurnalis ini.
Seperti diketahui, 3 anak bawah lima tahun (Balita) menderita gizi buruk di Mamuju. Di antaranya, Ahmad dan Wulandari asal kecamatan Kalukku, dan Nur Thalita yang tinggal di Jalan Musa Karim Pasar Baru, Mamuju. Saat ini ketiganya dirawat di Rumah Sakit Unhas Makassar dan Rumah Sakit Umum Regional Sulbar. Ketiganya sangat membutuhkan uluran tangan dari warga Mamuju.#Rilis.
0 comments