- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Payung teduh hadir di acara festival matahari sulbar
MAMUJU KAREBA1.COM-Festival Matahari Sikammun yang digelar bersamaan dengan gerhana matahari total di anjungan Pantai Manakarra Mamuju pada 7-9 Maret 2016.
Pendiri Inspirasi 2085, Irvan Basri, mengatakan nspirasi 2085 bekerja sama dengan Nal Organizer akan menggelar Festival Matahari Sikammun berupa kegiatan budaya dengan melibatkan pelaku seni dan budaya di Sulbar.
Ia mengatakan acara itu akan diramaikan dengan penampilan grup musik beraliran fusi antara folk, keroncong dan jaz, yakni Payung Teduh, karnaval budaya kolaborasi seni dan budaya enam kabupaten, pameran wisata dan kebudayaan, serta permainan tradisional.
“Kegiatan tersebut diharapkan akan meningkatkan jati diri dan kebanggaan bagi generasi muda di Sulbar terhadap adat istiadat dan kebudayaan yang dimiliki karena seni merupakan induk budaya merupakan roh kehidupan yang harus dijaga kehidupan ini harus memiliki budaya dan bukan cangkokan,” katanya.
Menurut dia, perkembangan kehidupan manusia telah dituntut sesuai dengan kehendak zaman.
Akibatnya, katanya, generasi telah banyak meninggalkan adat istiadat dan kebudayaan yang menjadi roh kehidupan Bangsa Indonesia. Kebudayaan bangsa ini telah digeser bangsa barat dengan vulgar.
Penulis Ikal.
0 comments