- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
KAKAO SULBAR TOPANG EKONOMI NASIONAL
MAMUJU KAREBA1– Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menopang produksi kakao Indonesia agar dapat menjadi penghasil kakao dunia Pelaksana tugas dinas perkebunan Sulbar Ir Tanawali mengatakan, Sulbar
tetap bertekad menjadikan Indonesia penghasil kakao dunia dan target itu akan dicapai tiga tahun kedepan.
Pemerintah pusat tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp146 miliar untuk peningkatan mutu dan produksi kakao. dibagi dan dikelola pemerintah di Sulbar Rp22,3 miliar kemudian di Kabupaten Mamuju Rp46 miliar, Majene Rp26,3 miliar, Polman Rp 45 dan Mamasa Rp 7 miliar digunakan mendukung target itu.
Gubernur mengatakan, Indonesia tetap diharapkan dapat menggeser Pantai Gading sebagai negara dengan tingkat produksi kakao terbesar,
dan Sulbar akan bertekad meningkatkan produksi kakaonya mendukung program tersebut.kakao di Sulbar dikembangkan masyarakat bukan oleh perusahaan, ini berpotensi memajukan ekonomi daerah, sehingga pemerintah serius terus mengembangkannya.kata Gubernur.
Penulis : Ikal



0 comments