- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Dipimpin Kemendagri Tito Karnavian, Pemprov Sulbar Ikuti Rapat Pengendalian Inflasi Virtual

Mamuju Kareba1.com – Pemprov Sulbar diwakili Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan ( Ekbang) Setda Sulbar, Hamdani Hamdi mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi secara virtual dipimpin langsung oleh Kemendagri, Tito Karnavian. Senin, 26 Mei 2025.
Berlangsung di Ruang Rapat Sekpov Sulbar rapat tersebut diikuti sejumlah Kepala OPD Pemprov Sulbar dan Forkopimda rapat tersebut berlangsung dengan seksama.
Adapun tujuan hasil rapat pengendalian inflasi bersama Kemendagri RI, Tito Karnavian yaitu, mengkoordinasikan upaya-upaya dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi di suatu daerah. Rapat tersebut juga bertujuan untuk mengidentifikasi masalah inflasi, merumuskan kebijakan, dan melaksanakan langkah-langkah konkrit untuk mengendalikan inflasi.
Kepala Biro Ekbang Setda Sulbar, Hamdani Hamdy mengatakan, Sulawesi Barat di kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, dinilai sudah keluar dari kategori inflasi tertinggi akibat dampak kelonjakan harga bahan pangan pasca hari raya idul fitri kemarin.
” Alhamdulillah inflasi Sulbar sudah mulai terkendali akibat harga- harga yang dipengaruhi kemarin saat idul fitri dan saat ini harga kebutuhan sudah mulai normal,” ucapnya.
Masih kata Hamdani, dipastikan harga kebutuhan pokok di bulan depan akan kembali normal dan dinyatakan Sulbar akan kembali ke posisi tengah sebagai salah satu daerah yang dapat mengendalikan inflasi.
“Tadi saya berbincang dengan Kepala BPS Sulbar, InsyaAllah akan kembali ke posisi tengah sebagai salah satu daerah pengendali inflasi, kemarin Sulbar memang berada diposisi 4 teratas, dan sekarang alhamdulillah sudah kembali ke posisi normal,” Ujar Hamdani.
Sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Hamdani kembali mengatakan, minggu depan Pemprov Sulbar akan melakukan sidak pasar, memantau langsung harga bahan pangan yang ada di pasar- pasar wilayah Sulbar.

“Kami akan meminta kepada pak Gubernur atau paling tidak pak Sekda untuk memimpin TPID , bersama – sama memantau ketersediaan pangan kita, dan juga memastikan tidak terjadi penimbunan bahan pangan, sehingga dapat didistribusikan dengan baik kesemua masyarakat,” Ujarnya. (Rls)



0 comments