- PERMAHI Mamuju Desak Propam Polda Sulbar Terus Tindaklanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Kapolres Pasangkayu
- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
Perayaan HUT RI ke-79 di Sulbar, Nuansanya Berbeda, Perkuat Ekonomi Hijau dan Biru

Foto: pj gubernur sulbar bersama TNI Angkatan Laut Lanal Mamuju melakukan pelepasan Terumbu Karang Buatan atau apartemen ikan (artifisial reefs) di Mako Lanal mamuju bersama forkopimda sulbar, intansi vertikal dan masyarakat Sulbar.
Karebasatu MAMUJU – Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin merayakan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79 dengan cara berbeda sebelumnya.
Dimana berbagai kegiatan dilaksanakan salah satunya konsisten membangun ekosistem ekonomi hijau dan ekonomi biru yang inklusif.
Seperti, tadi pagi bersama TNI Angkatan Laut Lanal Mamuju melakukan pelepasan Terumbu Karang Buatan atau apartemen ikan (artifisial reefs) di Mako Lanal mamuju bersama forkopimda sulbar, intansi vertikal dan masyarakat Sulbar.
“Ini bertujuan agar dalam tempo 4 bulan kedepan masyarakat bisa menikmati ikan-ikan tepi pesisir teluk Mamuju,” kata Bahtiar.
Sehingga, semakin banyak apartemen ikan atau terumbu karang buatan maka semakin banyak ikan dipesisir teluk mamuju.
Pj Gubernur sudah arahkan TAPD alokasikan program karya bakti TNI AL kerjasama Pemda Sulbar membuat 2000 unit terumbu karang buatan yang akan dilepas bersama masyarakat.
“Program ini konkrit meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dalam tempo sangat singkat. Kita berharap semua kabupaten pesisir hingga desa-desa pesisir melakukan hal sama,” tambahnya.
Sebab, lanjut Bahtiar tempat yang paling netral non diskriminatif karena masyarakat boleh punya sama mancing ikan-ikan hasil terumbu karang secara gratis.
“Jadi tugas bersama masyarakat merawat dan menjaganya. Laut jadi biru dan produksi ikan laut akan melimpah,” tandasnya.
Pj Bahtiar konsen memprogramkan hal ini di Sulawesi Barat sebab daerah yang sedang dipimpinnya tersebut menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Bahtiar berharap jika program tersebut sukses maka pasokan hasil alam dari Sulbar dapat memenuhi kebutuhan IKN dan Kalimantan Timur. (Rls)




0 comments