- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Idris Ingatkan OPD Lakukan Review Renstra

Mamuju Kareba1
Apel Pagi Lingkup Pemprov Sulbar berlangsung di Tribun Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 26 September 2022. Bertindak selaku Pembina Apel, Sekprov Sulbar Muhammad Idris.
Sekprov Sulbar Muhammad Idris, pada kesempatan itu menyampaikan mengenai penilaian Pj. Gubernur Sulbar bahwa performa atau kinerja OPD belum cukup mendukung dengan baik.
Sehubungan hal tersebut, Idris menyampaikan beberapa hal untuk menjadi perhatian OPD lingkup Pemprov Sulbar.
Beberapa hal yang dimaksud diantaranya, pertama managemen kinerja. Dalam hal ini Sekprov Sulbar mengingatkan kepala OPD dan pejabat yang mendampingi agar ada kesadaran melakukan review renstra OPD.
“Bicara mengenai manajeman kinerja tolong perbaiki renstranya. Kalau kita gagal menyusun atau mereview renstra yang baik, maka itu tidak ada artinya,”tandas Idris
“Kalau kita dinilai tidak berkinerja maka mohon perhatian betul kawan-kawan. Apapun cantolan yang paling tinggi, apakah itu RPJMD, RPD 2023-2025, maka kunci keberhasilan OPD ada pada renstra OPD,”sambungnya
Selanjutnya, dalam managemen kinerja adalah hasil. Hal itu, kata Idris, juga harus menjadi perhatian, termasuk juga capaian fisiknya.
“Jangan karena berburu serapan aggaran, fisik dilalaikan dan ini berbahaya bagi audit di pemerintahan,”kata Idris
Kedua, mengenai pengawasan. Dalam hal ini, Idris meminta Inspektur Inspektorat dan jajarannya untuk menshare hasil catatan pengawas eksternal 2020, untuk mengetahui OPD mana yang paling banyak temuannya.
“Hal ini perlu dilakukan supaya menjadi koreksi dan jadi perhatian untuk kita semua agar jangan berulang lagi,”tandasnya
Hal lain yang disampaikan adalah terkait SPBE. Dalam hal ini, Idris berpesan terutama kepada eselon IV dan III untuk membangun cara kerja berbasis elektronik.
“Jangan lagi kita membangun cara kerja yang tidak berbasis elektronik. Kita membangun SPBE ini dengan model yang lebih familiar untuk dikembangkan,”tuturnya
Disampaikan, saat ini posisi SPBE kita urutan ke 27 nasional dengan poin 2,04. Sejak 2018 kita dievaluasi, yang mana SPBEnya itu yang awalnya masih 1,64 naik terus sampai diangka 2,04 dengan urutan ke 27 nasional.
“Pada SPBE ini kita belum cukup bersamaan bergerak. Dari evaluasi yang dilakukan terhadap empat elemen, salah satu yang terlemah adalah dukungan dari pimpinan-pimpinan yang ada di OPD,”ungkapnya
Ia menambahkan, Sulbar bisa saja berpeluang di posisi paling tidak 10 besar kalau saja ada bangunan bersama di dalam OPD yang disebut leadership digital. (mhy)




0 comments