- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Ini Sejumlah Tuntutan Mahasiswa di Hari Ulang Tahun Mamasa
MAKASSAR KAREBA1.COM – Banyak hal yang menjadi perhatian dan sorotan pemuda dan mahasiswa diMakassar dalam aksi demonstrasi yang digelar di sejumlah titik, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Mamasa yang ke 14, Jumat (11/3/2016) pagi tadi.
Hasil analisis Mahasiswa terkait perjalanan pemerintahan di Kabupaten Mamasa yang telah memasuki usia yang ke 14 tahun, menemukan fakta bahwa Mamasa telah gagal memenuhi harapan rakyat dan masih jauh dari cita-cita pembentukan wilayah ini jadi Kabupaten.
Terkait dengan fakta-fakta tersebut, pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerkan Generasi Muda Pitu Ulunna Salu (GEMA PUS) dalam aksinya menyampaikan sejumlah pernyataan sikap:
Menuntut dinas pendidikan terkait transparansi, pengelolaan dan pengawasan dana tunjangan guru terpencil yang tidak tepat sasaran, serta fasilitas pendidikan yang belum maksimal.
Mngutuk dinas pertanian terkait adanya indikasi pemberian bantuan kepada kelompok tani yang tidak memenuhi syarat secara administrasi.
Menuntut Dinas Sosial dalam hal pengawasan penyaluran segala bentuk bantuan yang tidak tepat sasaran.
Mengutuk keras kebijakan pemerintah Provinsi Sulbar dan pemerintah Kabupaten Mamasa pasca ditetapkannya Kabupaten Mamasa sebagai destinasi pariwisata Provinsi Sulbar tanpa adanya perencanaan terpadu dan peninjauan objek wisata.
Menghimbau Dinas PU yang hanya menitik beratkan proyek perintisan jalan secara terus menerus sehingga tidak maksimal, dampaknya tidak dapat dirasakan oleh masyarakat.
Mengutuk Dinas PU terkait adanya Proses tender bagi semua proyek yang dikerjakan setiap tahun disinyalir didahului dengan biaya siluman.
Menolak biaya perjalanan dinas pejabat eksekutif dan legislatif yang hanya bersifat pemborosan anggaran.
Mengutuk oknum yang hanya menjadikan isu pembentukan kabupaten Pitu Ulunna Salu sebagai manufer politik danajang kampanye.
Atas semua tuntutan tersebut, mahasiswa menekankan kepada seluruh pengawas Internal; polisi, kejaksaan, BPK, Ombudsman dan lain-lain, dan eksternal; LSM, ORMAS lembaga kepemudaan, lembaga kemahasiswaan dan lain-lain, untuk lebih jeli dan efektif dalam melakukan tugas dan fungsinya secara profesional.
Redaktur: Muh Gufran
0 comments