- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Tidak Mungkin Dipilih Pemimpin yang Hanya Memamerkan Kepala
MAMUJU KAREBA1-Syarat seorang calon pemimpin untuk bisa dipilih di mata ketua Dewan Kebudayaan Mandar Muhaimin Faisal adalah harus bisa menyampaikan program kerja yang ia sebut dengan isi kepala.
“Kan tidak mungkin kita memilih pemimpin yang hanya memamerkan kepala saja tidak menyampaikan isi kepalanya,” kata Muhaimin di Mamuju, Rabu (26/8/2015).
Muhaimin menyebut, sampai hari ini dirinya masih abstain dan belum merapat ke salah satu pasangan calon di pilkada Mamuju.
“Tapi kalau ada (kandidat) yang bisa mendiskusikan program dan metode kerja, saya selalu buka ruang untuk itu,” katanya.
Mantan calon bupati dari jalur independent pada pilkada Mamuju tahun 2010 ini mengatakan, pihaknya saat ini telah memiliki catatan sejumlah hal mendasar yang harus segera dilkukan pemimpin Mamuju ke depan.
Dan untuk mendapatkan dukungan di pilkada, menurutnya, tidak bisa seorang kandidat hanya minta dipilih sementara pemilih hanya bisa mendukung tanpa tahu mau dikemanakan Mamuju ini lima tahun yang akan datang.
Peraih 18 ribu suara di pilkada ini kemudian menantang, jika ada (calon) yang bisa mengambil apa yang menjadi catatan prioritas yang disebutnya sangat mendasar tersebut, maka kemungkinan dirinya siap bekerja membantu di pilkada.
“Tidak harus semua, tapi kalau ada kandidat yang berani mengambil apa yang ada di kepala teman-teman, ya saya siap diskusi untuk itu dan kalau ditemukan metode kerjanya saya siap bekerja untuk itu,” tegas Muhaimin.
Penulis: Gufran Padjalai




0 comments