- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Suhardi Duka: Naik Jabatan ASN Hanya Lewat Kinerja, Bukan Uang

Suhardi Duka Gubernur Sulbar.
MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK) memimpin upacara peringatan hari Otonomi Daerah (Otda) tingkat Provinsi Sulbar, Jumat, 25 April 2025.
Pada kesempatan itu, SDK menekankan pentingnya peningkatan kinerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dalam pembangunan daerah.
“Saya ingin pastikan, untuk menciptakan clean and good governance (tata pemerintahan yang baik dan bersih, hilangkan di dalam pemikiran saudara-saudara bahwa jabatan itu bisa dibeli,” kata SDk.

Anggota DPR RI Dapil Sulbar periode 2019-2024 itu juga mengungkapkan, kenaikan jabatan seorang ASN berdasarkan pada kinerja dan kemampuan yang dimiliki dalam menjalankan tugas, serta tanggung jawab yang diemban.
“Anda mau naik dari eselon 4 ke eselon 3, eselon 3 ke eselon 2, itu berdasarkan dengan kinerja dan kemampuan yang saudara miliki. Anda jangan mencoba menyogok gubernur untuk menjadi pejabat, mau menyogok wakil gubernur,” ujarnya.
“Atau pun mungkin karena tidak bisa tembus lewat gubernur, lewat istrinya gubernur. Istri saya tidak mengurusi urusan pemerintahan. Ataupun mungkin lewat anaknya gubernur, anak saya juga adalah pejabat. Jadi, tidak usah masuk disitu,” sambungnya.
Lanjut SDK menjelaskan, jabatan dapat diperoleh hanya dengan kemampuan, kinerja, etikat yang baik, serta loyalitas, bukan dengan sogok menyogok.
“Cukup anda punya kemampuan, anda punya kinerja, anda memiliki etikat yang baik, loyal, anda bisa dapat jabatan,” tutur SDK. (Rls)




0 comments