- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
NSI Jagokan SDK-Kalma
Mamuju Kareba1- National Lembaga National Strategic Indonesia (NSI) lebih menjagokan pasangan Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta di Pilgub sulbar 15 Februari 2017 nanti.Direktur riset dan strategi NSI, Agus Indra Sasono menyebut, peluang menang bagi pasangan nomor urut 1 itu lebih besar dibandingkan 2 pasang kompetitor lainnya.
“Alasyannya adalah, SDK-Kalma didukung empat bupati aktif, yaitu Bupati Mateng, Mamuju, Majene dan Mamasa. Pengaruh Bupati aktif sangat besar kepada dukungan di daerah yang dipimpinnya. Alasannya, pertama masyarakat menghormati pemimpinnya dan demi kepentingan daerah, kedua, tekanan kebijakan dan politik jadi alasan masyarakat ikut, baik ikhlas maupun terpaksa,” sebut Agus seperti dikutip dari rilis yang diterima WACANA.info, Selasa (9/1).
Ia menjelaskan, SDK-Kalma lebih diuntungkan jika dilihat dari sisi geopolitik. Menurutnya, tidak ada calon ketokohannya begitu dominan yang dapat mengganggu basis SDK-Kalma di Mateng, Majene, dan Mamuju.
Sementara di Mamasa, meski Mantan Gubernur merupakan tokoh asal Mamasa, namun pengaruh Bupati Mamasa dan tokoh masyarakat Zaenal Tayyeb (Bang Jenol) lebih kuat di Bumi Kondosapata itu.
“Sedangkan ABM-Enny, walau memiliki basis dengan jumlah pemilih besar yaitu di kabupaten Polman serta dukungan Bupati aktif adiknya, namun Cagub Nomor Urut 2, Salim S. Mengga juga tokoh berpengaruh di Polman dan memilih pendukung dan keluarga besar di Polman. Jadi Salim S. Mengga juga punya kans meraup suara besar di Polman,” jelasnya.
Begitupun di Matra. Agus Indra Sasono menyebut, walau ABM-Enny didukung Bupati di sana, namun masih tetap sulit bagi ABM-Enny untuk dominan di Matra. Alasannya, Matra dikenal sebagai basis Salim S. Mengga saat di pilgub lalu. Di saat bersamaan, SDK-Kalma juga terbilang cukup punya pengaruh di ujung utara Sulawesi Barat itu.
“Jadi kesimpulannya SDK-Kalma No 1 paling berpotensi memenangkan Pilgub Sulbar. Mereka tinggal fokus di empat kabupaten, yaitu Mateng, Mamuju, Majene, dan Mamasa. Serta mengejar suara 20 Persen di Polman, maka SDK – Kalma akan jadi pemenang,” tutup Agus Indra Sasono. (*)




0 comments