- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Bupati Bangga Feri Mini dibuat Orang Sumare
Mamuju Kareba 1- Rasa bangga terhadap masyarakat Sumare diungkapkan Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid disela-sela peninjaun pekerjaan feri mini yang telah masuk tahap perampungan, bukan tanpa alasan Bupati berbangga kepada masyarakat Sumare pasalnya seluruh pekerja dalam pembuatan kapal tersebut merupakan warga lokal Sumare.
“inilah kebanggan kita, masyarakat Sumare sudah mampu memproduksi kapal dengan kapasitas besar, tentunya selaku Pemerintah mengharapkan para pekerja yang notabene masyarakat asli Sumare terus meningkatkan kemampuan sehingga bisa terus berkembang, dan tidak menutup kemungkinan bisa memproduksi kapal yang lebih modern” ujar Habsi Wahid (Selasa/09-01-18)
Sementara itu, Rusman salah satu pekerja dalam pengerjaan feri mini tersebut, mengatakan jumlah pekerja dalam pembuatan kapal feri mini tersbut sebanyak delapan orang dan kesemuanya masyarakat asli Sumare.
“pekerjaannya memasuki tahap perampungan, sejauh ini sejak awal dikerjakan bulan april lalu sampai sekarang itu sudah sekitar delapan bulan, tantangan awal kita adalah alat seperti mata bor pada saat alat yang memadai tersedia pekerjaan bisa teratasi” ujar Rusman.
Ia menambahkan bahwa pekerjaan pembuatan kapal dalam model besar tersebut merupakan yang pertama kalinya, tetapi Rusman mengaku dengan bersama pekerja yang lain dan berbekal pengalaman dalam mebuat kapal akan sukses menyelesaikan proyek tersebut.
“apabila ada lagi proyek pembuatan kapal dalam kapasitas besar, saya harapkan bisa menggunakan tenaga pekeraja dari Sumare ini sehingga tidak perlu jauh-jauh memanggil pekerja dari luar” harapnya.
Sumber: (HMS-Hasran)



0 comments