- PERMAHI Mamuju Desak Propam Polda Sulbar Terus Tindaklanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Kapolres Pasangkayu
- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
Biro Organisasi Setda Sulbar Dampingi Penyusunan Anjab dan ABK Pemkab Mamasa

MAMASA – Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Seta) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar pendampingan teknis penyusunan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamasa pada Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan yang berfokus pada Jabatan Struktural dan Jabatan Pelaksana ini dihadiri oleh perwakilan seluruh Perangkat Daerah se-Kabupaten Mamasa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas penataan organisasi serta memastikan penyusunan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Agenda ini juga menjadi wujud nyata dalam mendukung misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan akuntabel di wilayah Sulbar.
Kegiatan dibuka resmi oleh Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Mamasa, Ratu Setyawati. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Anjab dan ABK adalah instrumen krusial untuk membangun birokrasi yang profesional.
“Dokumen ini menjadi dasar utama dalam penyusunan peta jabatan dan analisis kebutuhan ASN. Setiap penempatan harus disesuaikan dengan tugas, fungsi, serta beban kerja riil di masing-masing perangkat daerah,” ujar Ratu.
Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Sulbar, Nur Rahmah Parampasi hadir langsung memberikan bimbingan kepada peserta. Ia mengingatkan pentingnya validitas data dalam penyusunan dokumen ini.
“Dokumen Anjab dan ABK harus akurat, objektif, dan patuh pada regulasi. Seperti yang disampaikan bu Kabag Organisasi tadi ini merupakan syarat utama bagi penataan organisasi, pengembangan kompetensi SDM, hingga perencanaan kebutuhan ASN masa depan,” tegas Nur Rahmah.
Pada kesempatan ini, seluruh peserta mendapatkan panduan teknis yang komprehensif, meliputi identifikasi tugas jabatan struktural dan pelaksana, penyusunan uraian tugas yang sistematis, analisis beban kerja dan metode perhitungan kebutuhan pegawai serta sesi konsultasi interaktif untuk membedah dan menyempurnakan dokumen draf perwakilan tiap instansi.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Pertama Biro Organisasi, Karmila menjelaskan selain fokus pada Anjab dan ABK, pertemuan ini mengupas tuntas mekanisme pengajuan rekomendasi kebutuhan Jabatan Fungsional kepada instansi pembina.
‘’Proses ini merupakan tahapan regulasi yang wajib dipenuhi sebelum pemerintah daerah mengajukan usulan formasi ASN resmi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,’’ jelas Karmila.
Karmila menambahkan, melalui pembekalan alur pengusulan, syarat administrasi, dan pemenuhan dokumen yang jelas, Pemkab Mamasa optimistis dapat menyajikan data kebutuhan pegawai yang kredibel demi pelayanan publik yang lebih berkualitas.
Dikatakan, melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan seluruh Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Mamasa mampu menyusun dokumen Anjab dan ABK yang berkualitas, sehingga dapat menjadi dasar dalam penataan kelembagaan, penyusunan peta jabatan, serta perencanaan kebutuhan ASN yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.




0 comments