Cerita Duka Arifin Warga Mamuju yang Selamat Gempa dan Tsunami di Palu

By on Minggu, 7 Oktober 2018

MAMUJUKAREBA1- Pasca genpa dan tsunami donggal dan Palu pada tanggal 28 september 2018 , hingga saat ini pencarin jenazah korban masih terus dilakukan , tercatat sudah dua ribuan lebih korban meninggal dievakuasi oleh relawan, TNI,Polri,Tagana, dan relawan , di perkirakan masih ratusan bahkan ribun jenazah tertimbun lumpur dan bangunan belum ditemukan, udarah kota palu tercemat Aroma busuk dari mayat membuat warga sulit bernapas .

Saat peristiwa gempa yang menhancurkan kota palu warga berhamburan berlari, menyelamatan diri,  suasana panik mencekam suara teriakan histeris memecah  kota palu bibir pantai gelomban tsunami meyapu bersih ribuan manusia saat itu ada acara peringati hari jadi kota palu di sekatar pantai talise.

Saat kejadian tedapat satu keluarga Asal Kota Mamuju berada di Palu, Sulawesi Tengah, Selamat dari maut meski harta benda tidak dapat terselamatkan.

Arifin dan Husni (suami istri) berdomosili di lingkungan Kasiwa Timur kel Binanga Kab Mamuju.berada di palu acara keluarga karenah istrinya ( husni ) berasa dari kota palu, Alamat Perumahan BTN Blok M 1 No  6 Petobo kec sigi kab sigi palu timur.sulteng.( kini sudah rata dengan tanah)

Menurut cerita Arifin, kami bersyukur selamat dari peristiwa itu andai saja kami berada di rumah mungkin kami juga jadi tewas tapa tuhan masi melindungi kami sekeluarga, kejadian ini begitu cepat menghancurkan rumah, tidak ada bisa diselamatkan dalam rumah, surat surat penting STNK motor dan BPKB mobil 4 unit, Mazda, Blezer Stalay dan Corona 2000 semua tengelam lumpur bersama rumah.kata Arifin Di Mamuju, Minggu 7 September 2018.

Kata dia, saat kejadian dalam perjalanan pulang ke rumah di perumahan BTN Petobo, mobil yang digunakan tiba-tiba oleng susah dikendalikan istri mengira ban mobilnya pecah, turun dari mobil baru sadar ini gempa jalan raya terbela,

Orang- orang pada panik glomban laut naik kedarat Lalu Kami lari mengunakan mobil mencari tempat yang lebih tinggi, saat itu tidak ada saling menolong, bahkan ada terjatu tabrakan tidak dipedulikan masing berusaha selamatkan diri, ujar arifin  didampingi Istrinya saat di temui dikediamanya.

Ribuan orang mengunsi kami hanya bisa melihat rumah warga rubuh, Saat itu kami diselimuti rasa takut terus waswas mencekam kota palu lumpuh semua akses terutus jalan, listrik, Air, Kami tidak bisa berbuat apa- apa, kami terus ber Do’a ke pada Allah agar tetap dalam perlindunganya.

Hampir enam hari kami dan warga di pengusian Dalam kondisi sangat sulit bahan makanan tidak ada, nanti dua hari kemudian baru masuk bantuan dari sulbar.

Kata dia tidak semua pengunsi menikmati bantuan di beberapa posko penyaluran bantuan ada oknum petugas sengaja menampung bantuan dari luar  korban.

Setelah beberapa hari pasca gempa kondisi jalur darat palu sulbar terbuka dan kami menigalkan kota palu dan selamat tiba di kota Mamuju Sulbar. Tutur arifin.

Alfin berharap pihak kepolisian setempat memantau penyaluran bantuan dan menindak tegas oknum yang sengaja menampung bantuan. # rin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × two =