- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Pemkab Mamuju Lestarikan Permainan Tradisional
“PERMAINAN TRADISIONAL VS PERMAINAN MODERN”
MAMUJU KAREBA1- Permainan tradisional yang bertahap menghilang apa lagi sejak munculnya smartphone yang menyediakan sarana game online gratis di tambah sosial media yang semakin berkembang. Olehnya itu Pemerintah Daerah Kab. Mamuju Melalui Dinas Pariwisata dan kebudayaan menyelenggarakan Manakarra Local Wisdom Festival Permainan Tradisional dalam acara yang berlangsung di Anjungan Pantai Manakarra Minggu, 16 – 17 Oktober 2016. Sejumlah permainan tradisional seperti mogasing, kalacang, moressu, layang – layang, tekka, jekka, mobang – bang, motaru, tenteng, biho dan mosendal dimainkan .
Saat membuka acara tersebut wakil Bupati mengatakan bahwa Negara maju adalah Negara yang tidak akan pernah meninggalkan nilai – nilai tradisional, tentunya Irwan sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata yang bisa menambah Khazanah budaya, meskipun tidak semua permainan ada dan bahkan sudah termodifikasi bukan murni permainan budaya yang sebenarnya.

” Permainan Tenteng” begitu sebutan warga mamuju permainan tradisional ini, sering di maiknkan oleh anak perempuan
Sambungnya, Seperti yang sudah di ketahui membandingkan permainan sekarang yang serba internet dilengkapi fasilitas modren ketika dibandingkan dengan permainan tradisional, yang di uji dari permainan tradisional adalah sebuah ketangkasan, keterampilan, kejujuran, rasa sportivitas dan yang dipupuk disitu adalah kebersamaan tapi lainya halnya berbicara permainan modren seperti hidup di muka bumi sendirian, sibuk dengan dirinya sendiri tanpa peduli siapapun disekitarnya.
“harapan saya sebaiknya kepada guru – guru penggunaan handphone khususnya di tingkat Sekolah Dasar harus dikendalikan, meskipun orang tua membutuhkan itu sebagai alat memantau si anak setidaknya handphone yang diberikan khusus untuk menelfon saja dan memberikan sesuatu ke anak sesuai dengan porsinya” Haturnya.
Dalam acara tersebut juga di hadiri juga Ketua DPRD Mamuju Hj. Siti Suraidah Suhardi, SE.,M.Si, Sekretaris Daerah Kab. Mamuju, perwakilan Kodim 1418 Mamuju, Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan, Kepala pendidikan pemuda dan olahraga, jajaran SKPD lainya mereka bernostalgia memainkan sejumlah permainan tradisional bersama para peserta festival di tingkat SD juga semakin menambah kemeriahkan festival yang akan berlanjut selama dua hari tersebut.
Sumber Rilis (HMS. Lisa Sari Dewi Hasanuddin)



0 comments