- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Tatap Pilgub, Kalma Mantap Tinggalkan Golkar
MAMUJU KAREBA1-Bupati Majene, Kalma Katta resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat calon Gubernur/Wakil Gubernur ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sabtu (27/02) kemarin . Langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan Kalma dalam menapaki jalan jelang pelaksanaan Pemilukada Sulawesi Barat, Februari tahun depan.
Kalma yang mendaftarkan diri ke Partai ‘moncong putih’ tersebut diikuti dengan harapan bahwa ia bakal mendapat rekomendasi dukungan dari Partai partai peraih empat kursi di DPRD Sulawesi Barat ini.
Usai menyerahkan berkas, kepada wartawan, Kalma menjelaskan, ia serius untuk mencalonkan diri di Pilgub Sulbar. Dengan atau tanpa Golkar, jika rakyat menghendaki ia akan tetap bertarung.
“Sebagai kader, nanti saya akan pamit ke DPP Golkar. Saya pamit bukan untuk apa-apa, saya mau sampaikan kalau saya juga akan bertarung di Pilgub,” kata Kalma, pria yang juga Ketua DPD Partai Golkar Majene ini.
Dihubung-hubungkan dengan kedekatannya dengan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), Kalma tak menyangkalinya.Namun, bukan hanya dengan SDK ia dekat, dengan mantan Bupati Polman Ali Baal Masdar (ABM) juga ada kedekatakan.
“Dengan Pak SDK saya dekat, dengan ABM saya dekat. Dengan siapa saya berpasangan? Terserah rakyat saja. Saya mau diminta jadi kosong satu boleh, jadi wakil juga boleh. Saya ini ikut apa maunya rakyat,” tutur Kalma.
Tentang intensitas pertemuan dan beberapa kali menyelenggarakan agenda bersama SDK, Kalma mengatakan bahwa itu hal yang wajar. Apalagi, pada Pilkada Majene 2015, ia dan SDK sama-sama ikut menyukseskan Fahmi Massiara-Lukman.
“Jadi memang sudah lama selalu jalan sama. Ya kita lihatlah nanti perkembangannya,” simpul Kalma Katta. (*)
Sumber : Rilis MC SDK




0 comments