- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
SMKN I Sumarorong Terima Beasiswa Vokasi

Kepsek SMKN 1 Sumarorong, Arnoldus (kiri) saat menandatangani MOU bersama pihak BI
MAMASA, kareba1 – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumarorong, terima kucuran dana beasiswa vokasi/kejuruan dari Bank Indonesia (BI).
Kepala SMKN 1 Sumarorong, Arnoldus saat dikonfirmasi di kediamannya, kamis (17/12/2020) menerangkan. Dari sekian SMK di Kabupaten Mamasa hanya dua sekolah yang menerima beasiswa Vokasi dari BI yakni SMKN 1 Sumarorong dan SMKN 1 Mamasa dengan jumlah siswa penerima pada masing-masing sekolah yakni 20 orang.
“Tentu ada kriteria tertentu menjadi penilaian BI dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar sehingga SMKN 1 Sumarorong juga menjadi penerima beasiswa ini,”paparnya.
Lanjut Kepsek, jumlah anggaran yang aka diterima per siswa yakni Rp 750.000 perbulan dan akan diterima selama dua tahun, dana tersebut dapat dibelanjakan siswa untuk keperluan sekolah seperti, pakaian sekolah, tas dan keperluan pendidikan lainnya.
Bila siswa dalam pemantauan BI, kata Arnoldus, baik secara langsung maupun Daring /Online dinilai bertanggungjawab atas beasiswa yang diberikan maka bisa saja lanjut pada beasiswa sampai perguruan tinggi.
Arnoldus juga mengungkapkan, Bea siswa tersebut diterima bisa saja sala-satu faktor penilaiannya adalah prestasi sekolah itu sendiri diantaranya, sebab dalam suasana Pandemi Covid-19 SMKN 1 Sumarorong melakukan belajar secara daring namun mampu melakukan praktek inovasi teknologi yang kemudian dipamerkan pada kegiatan, “Festival Inovasi Teknologi Daerah”.
Dalam kegiatan itu kata kepsek, SMKN 1 Sumarorong mampu masuk kategori tiga besar dari SMK se-Sulbar dengan tiga bentuk inovasi teknologi yang dipamerkan yakni,
– Alat Deteksi Gempa
– Alat deteksi debet air yang dapat digunakan pada dunia pertanian/perikanan yang dapat dikontrol dari rumah
– Alat deteksi maling, dengan menggunakan sensor bayangan.
Arnoldus berharap , lewat beasiswa vokasi sangat diharapkan bagi siswa penerima betul-betul mengarahkan dana yang diterima untuk mendukung proses belajarnya apalagi yang menerima beasiswa tersebut yakni siswa yang tidak menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dinilai ekonominya terbatas.
Khusus pada pihak BI dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar kata kepsek, sangat diapresiasi atas kepedulian melalui beasiswa tersebut kiranya tetap ditingkatkan dan semoga semakin meningkat kualitas pendidikan dalam setiap satuan pendidikan. (HAPRI NELPAN)
0 comments