- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Polres Mamuju Sayangkan Pemberitaan Berlebih Terkait Insiden di Mateng
MAMUJU, KAREBA1.COM – Pihak Kepolisian Polres Mamuju menyayangkan informasi pemberitaan yang ditayangkan salah satu media nasional terkait insiden berdarah di kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) pada hari Jumat (2/10/2015) lalu.
Kasat Intelkam Polres Mamuju Iptu Taufik Ismail, mengatakan informasi yang disampaikan terkait insiden yang menyebabkan satu orang tewas dan satu orang dilarikan ke Rumah Sakit tersebut sudah tidak sesuai fakta.
“Saya tidak tahu kalau dari penilaian teman-teman. Tapi penilaian saya pribadi (berita) itu sangat berbahaya,” kata Iptu Taufik kepada sejumlah wartwan dalam jumpa pers di Mamuju, Selasa (6/10/2015).
Menurut Taufik, tidak ada masalah jika berita tersebut sesuai fakta. Tetapi yang dihawatirkan kalau beritanya dari sumber yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,
“Itu yang kita sayangkan,” katanya.
Artinya lanjut dia, dari kacamata pihaknya di Kepolisian, berita-berita seperti itu sangat berbahaya kalau berkembang terus dan tidak segera dihentikan.
“Di Makassar itu sudah beredar informasi bahwa terjadi pembantaian massal. Makanya tadi saya ditelpon bertanya berapa orang korban. Saya bilang, cuma dua pak,” kata Taufik.
Oleh karena itu lanjut dia, informasi yang sudah terlanjur berdar liar itu harus diluruskan. Sebab kedua belah pihak saat ini sudah berdamai dan kondisi sudah terkendali.
“Memang sempat ada isu mobilisasi massa, tapi kenyataan dilapangan tidak seperti itu,” katanya.
Laporan: Rin
Redaktur: Muh Gufran Padjalai



0 comments