- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Pemprov Sulbar siapkan 18 ruang karantina COVID-19
Mamuju Kareba1- Saat ini tengah dipersiapkan area karantina di gedung lama RSUD Regional Sulbar.
18 ruang karantina sebagai langkah antisipasi wabah COVID-19 di daerah itu disiapkan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar Muhammad Alif Satria di Mamuju mengatakan ruang karantina yang dipersiapkan tersebut berada di gedung lama RSUD Regional Sulbar.
“Saat ini tengah dipersiapkan area karantina di gedung lama RSUD Regional Sulbar. Dipersiapkan sekitar 16 hingga 18 kamar,” katanya.
Saat ini, katanya,sudah diisi alatnya dan satu pekan ke depantargetnya harus digunakan. “Mudah-mudahan tidak sampai digunakan, tetapi ini disiapkan sebagai antisipasi,” ujarnya.
Ia menyatakan, RSUD Regional Sulbar merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan nasional perawatan pasien COVID-19 di Sulbar.
Sehingga, lanjutnya, pemberdayaan rumah sakit regional itu segera dioptimalkan.
“Termasuk pembersihan area-area karantina di gedung lama RSUD Regional itu kamisiapkan. Kalau rumah sakit daerah, belum bisa spesifikasi kasus untuk ini. Jadi, karena merupakan rujukan nasional sehingga mau tidak mau, harus bersiap menerima pasien yang dari kabupaten,” kataMuhammad Alif.
Terkait kelengkapan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, ia menyampaikan bahwa saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dan RSUD Regional telah memesan 300 APDbagi tenaga kesehatan pada penanganan COVID-19.
Saat ini, APD yang ada di Rumas Sakit Regional Sulbar, kata dia, hanya sekitar 30 buah.
“Kami sudah memesan 300 APD untuk kebutuhan tenaga medis pada penanganan COVID-19. Saat ini, hanya ada 30 APD dan itu masih kecil untuk dianggap sebagai persiapan rumah sakit rujukan,” kata Muhammad Alif.
Dia mengaku sudah dihubungi oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes dr Kirana untuk penambahan APD di Sulbar.




0 comments