Memohon Berkat Kehadatan Sindagamanik   “Mukula’i Dapo’ Ada’ ” 

By on Rabu, 23 Desember 2020



MAMASA, Kareba1 – Setiap adat pada wilayah Kabupaten Mamasa tentu memiliki ciri khas tersendiri dalam menjalankan peran kehadatannya sebagai wujud dan identitas masyarakat adat itu sendiri. Hal yang unik dimiliki Adat Sindagamanik Parondobulawan dimana tradisi “Mukula’i Dapo’ Ada’ ” (Mamasa-red) digelar sebagai bentuk persiapan para pemangku adat dan memohon berkat dan perlindungan dari Tuhan.


Pemangku Adat Sindagamanik, Elis Dammatakko saat dikonfirmasi di Kampung Nangka’ Desa Parondobulawan menjelaskan. Tradisi Mukula’i Dapo’ Ada’ merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju pelantikan Pemangku Adat Sindagamanik Parondobulawan yang akan digelar Tanggal 29 Desember 2020 sehingga semua tokoh adat dari setiap Pa’Lembangan (Wilayah Adat) Sindagamanik menyepakati untuk melaksanakan kegiatan yang saat ini berjalan.


“Saya berharap, kehadatan Sindagamanik dapat bangun kembali, dimana telah puluhan tahun tidak berkegiatan dan hasil musyawarah Pa’ Lembangan agar adat diangkat kembali dengan harapan kedepannya akan sama dengan yang lain,”tutur Elis, Rabu (23/12/2020).


Juru Bicara Adat Sindagamanik, Tadius Demmapasan saat dikonfirmasi juga menerangkan. Mukula’i Dapo’Ada’ adalah sebuah tradisi atau ritual dalam hal meminta berkat pada Tuhan agar diberikan karunia, kesehatan dan keselamatan sehingga semua rangkaian kegiatan adat pada proses pelantikan Pemangku Adat Sindagamanik dapat berjalan sesuai harapan terlebih Adat dan Budaya Orang Sindagamanik dapat bangkit kembali.


Tadius yang akrab disapa, Pua’ Tamalonneng juga menjelaskan. Kegiatan yang berlangsung di Dapo’ Ada’ juga merupakan bentuk kesiapan kehadatan dalam merancang kerjasama antara Pemangku Adat, Pemerintah dan Agama demi kebaikan bersama kedepannya.


“Kegiatan itu ditandai dengan pemotongan hewan jenis Babi dan Ayam sebagai wujud syukur dan harapan buang dipanjatkan pada Tuhan,”tuturnya.


Sementara Ketua Panitia Kegiatan, Yohanis Deppataya saat menyampaikan sambutannya menerangkan. Dalam kegiatan yang diselenggarakan tentunya dikemas dalam kekristenan sebagaimana diketahui bersama bahwa orang Sindagamanik dominan Agama Kristen.


Lanjutnya, apa yang dilakukan merupakan subuah pengharapan pada Tuhan agar semua rangkaian kegiatan pelantikan Pemangku Adat berjalan baik sehingga segala sesuatu diwujudkan dalam doa kepada Tuhan.

Reporter: Hapri Nelpan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − 7 =