IMUNISASI MEASLES RUBELLA MR SULAWESI BARAT

By on Senin, 27 Agustus 2018

PELAKSANAAN KAMPANYE IMUNISASI MEASLES RUBELLA MR SULAWESI BARAT

MAMUJU Kareba1- Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti
paling cost-effective serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat
kesehatan ibu dan anak di indonesia. Imunisasi tidak hanya melindungi
seseorang tetapi juga masyarakat dengan memberikan perlindungan
komunitas atau yang disebut dengan herd immunity.

Indoneia telah sukses menyelenggarakan kampanye MR fase pertama pada
tahun 2017 yang menjangkau kira-kira 35 juta anak di pulau Jawa. Tahun
ini, Indonesia akan melanjutkan kampanye MR fase kedua di luar Jawa
yang direncanakan menjangkau kira-kira 31 juta anak. Termasuk Sulawesi
Barat yang akan menjangkau sasaran 398.270 anak. Setelah kampanye,
Indonesia akan memperkenalkan vaksin MR yang mengandung 2 antigen
yaitu Measles dan Rubella yang menggantikan vaksin measles/campak.

Salah satu latar belakang pelaksanaan kampanye MR adalah Data WHO
tahun 2015 menyebutkan bahwa Indonesia termasuk 10 negara dengan kasus
campak terbesar di dunia. Sementara itu data kemenkes mencatat jumlah
kasus suspek campak dan Rubella dalam lima tahun terakhir sejak 2014
s.d Juli 2018 adalah 57.056 kasus (8.964 positif campak dan 5.737
positif Rubella)

Sementara itu di Sulawesi Barat data dari Dinas Kesehatan Provinsi
menunjukkan bahwa kasus campak pada tahun 2016 sebanyak 37 kasus (17
positif Campak dan 1 positif Rubella. Tahun 2017 sebanyak 59 kasus (33
positif campak dan 5 positif Rubella serta 7 kasus Mix Campak Rubella)

Penyebaran kasus campak dan Rubella masing-masing di tahun 2016 dari
37 kasus yang ditemukan, 17 kasus positif campak dari kabupaten
Polewali Mandar dan 15 kasus positif campak dan 1 positif Rubella
dari kabupaten Mamuju Utara.

Pada tahun 2017 dari 59 kasus yang ditemukan, 33 kasus positif . 26
kasus di kabupaten Polewali Mandar, 3 kasus di kabupaten Mamuju Utara,
1 kasus di kabupaten Mamuju dan 3 kasus di kabupaten Mamasa. 5 kasus
positif Rubella berasal dari masing-masing kabaupaten Polewali Mandar
3 kasus dan kabupaten Mamuju Utara 2 kasus. Sedangkan kasus Mix Campak
Rubella/campuran campak Rubella sebanyak 7 kasus masing-masing di
kabupaten Polewali Mandar 6 kasus dan kabupaten Mamuju Utara 1 kasus.

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui
pernafasan. Gejala penyakit campak adalah demam, bercak kemerahan pada
kulit (rash) disertai dengan batuk dan/atau pilek dan/atau
konjungtivitis. Akan tetapi bisa berakibat fatal apabila terjadi
komplikasi, misalnya diare berat, radang paru (pneumonia), radang otak
(encephalitis), kebutaan bahkan kematian. Namun Campak merupakan salah
satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak
dan dewasa muda yang rentan. Akan tetapi yang menjadi perhatian dalam
kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik apabila rubella ini
menyerang wanita hamil pada trimester pertama. Infeksi rubella yang
terjadi sebelum konsepsi dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan
abortus, kematian janin atau sindrom rubella kongenital (Congenital
Rubella Syndroms/CRS seperti penyakit jantung bawaan, katarak, tuli,
retardasi mental)pada bayi yang dilahirkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × five =