- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Di Mamuju, Program GSC dan SIOLA Diharapkan Bisa Terintegrasi
MAMUJU – Program Stimulasi Intervensi Optimalisasi Layanan Anak (SIOLA) yang selama ini telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mamuju, diharapkan bisa terintegrasi dengan Program Pelayanan Sosial Dasar (PSD) Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) yang tahun ini meluncurkan program khusus pendampingan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Pernyataan tersebut disampaikan Fasilitator PSD GSC Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Heryadi kepada Kareba1.Com di kantornya di Mamuju pekan lalu. Pria asal Kabupaten Majene ini mengatakan, di Sulawesi Barat, hanya ada dua Kabupaten yang menjadi sasaran pelaksanaan program PSD GSC khusus PAUD tersebut, yaitu Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamuju.
“Tidak semua kabupaten menjadi sasaran program ini. Karena itu, di dua kabupaten ini, diharapkan program tersebut bisa berjalan maksimal, sehingga nantinya bisa menjadi acuan jika saatnya akan dilaksanakan di kabupaten lain,” kata Heryadi.
Ia menjelaskan, program pendampingan khusus PAUD ini, juga termasuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang akan diberikan dalam bentuk biaya operasional, sebelumnya dilakukan dalam bentuk uji coba di tiga provinsi yaitu Gorontalo, NTB dan Jawa Barat.
Namun karena dianggap mampu memberikan manfaat yang signifikan terhadap peningkatan kualitas program PAUD, maka pada tahun anggaran 2016, semua provinsi termasuk dua kabupaten di Sulbar, mendapatkan bantuan program tersebut.
“Tahun ini dianggarkan dan sudah mulai jalan. Untuk BLM-nya (PAUD) kita bantu biaya operasional,” ujarnya.
Penulis: Muh Gufran Padjalai



0 comments