- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
Mamuju K1- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat melakukan deteksi dini pencegahan penyakit kanker serviks dan kanker payudara dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Dampak kanker serviks dan payudara sangat berbahaya bagi kesehatan,
sehingga Dinkes Sulbar melaksanakan program deteksi dini sebagai
antisipasi penyebaran penyakit tersebut,” kata Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Sulbar Ahmad Azis M Kes di Mamuju, Jumat.
Dinkes Sulbar akan melakukan pemeriksaan di lapangan dengan
menggandeng organisasi Aisyiah untuk turun ke desa di Sulbar memeriksa
perempuan yang berpotensi terkena penyakit tersebut.
“Di Sulbar ini telah ditemukan dua penderita kanker serviks dan 40
wanita yang dilakukan pemeriksaan,” katanya.
Kedua penyakit tersebut cukup berbahaya karena 25 juta orang penduduk
sudah terdeteksi kanker payudara dan 15 juta lainnya terdeteksi kanker
serviks di Indonesia.
Menurut dia, dengan deteksi dini dan sosialisasi yang dilaksanakan
Dinkes Sulbar maka pemerintah Sulbar mengajak masyarakat untuk segera
melakukan pengobatan agar tidak berisiko bagi kesehatan.
“Karena kanker akan menganggu jantung dan paru-paru, yang disebabkan
serviks maka harus dilakukan pencegahan dengan melakukan pengobatan,
penyakit tersebut muncul karena pola hidup yang tidak sehat dan
perilaku yang kurang bersih,” katanya.
Ia berharap masyarakat juga meningkatkan penjagaan kesehatan
reproduksi karena dalam agama Islam juga menganjurkan hidup sehat.
“Mari kita semua menjaga kebersihan demi melindungi jiwa raga dan
keturunan, serta hidup sesuai dengan ajaran Islam,” katanya.




0 comments