- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Bupati Mamuju Bacakan Pidato seragam Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi
Semangat Pemuda Tahun 1928 Tergambar Dalam Pidato Hari Sumpah Pemuda ke 89
Mamuju Kareba1- Peringatan hari sumpah pemuda bupati mamuju bacakan Pidato seragam Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.
Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid saat menjadi Pembina Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Lapangan Ahmad Kirang, Sabtu (28/10).
Di awal pidatonya, menpora menggambarkan semangat pemuda Indoesia di tahun 1928, dimana pada masa itu Indoesia belum mengenal tekhnologi namun, pemuda dari ujung barat hingga timur indoesia dapat bertemu di satu ruang, berdiskusi dan lahirlah Sumpah Pemuda.

“sumpah pemuda dibacakan di arena Kongres Pemuda ke 2, dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Jika kita membaca dokumen sejarah kongres pemuda ke 2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh Indonesia. Secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah.” Ucap Habsi saat membaca Pidato seragam Menpora.
Ia melanjutkan, pemuda di masa itu, memiliki latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda namun bukan menjadi halangan bagi mereka untuk bersatu demi cita-cita besar Indonesia. Inilah yang disebut dengan Berani Bersatu sebagaimana tema Sumpah pemuda tahun 2017.
Dalam Pidatonya, Menpora berpesan untuk mencukupkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Sudah saatnya pemudah melangkah ketujuan yang lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Selaku Pemerintah Kabupaten, Habsi Wahid meminta kepada pemuda di Mamuju untuk menjadikan momentum sumpah pemuda sebagai bahan introspeksi bahwa betapa besar perjuangan pemuda masa itu termasuk dalam memperebutkan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, sumpah pemuda menjadi tongkat estafet yang mesti diteruskan oleh pemuda sekarang ini dengan selalu berfikir kritis dan kreatif.
“Mari kita generasi muda untuk berfikir positif untuk memberikan pandangan-pandangannya dalam rangka menyusun program-program di wilayah Kabupaten Mamuju ini agar pembangunan yang sementara kita galakkan ini bisa betul-betul meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Pungkas Habsi.
Sumber : (Hms- Dian Hardianti Lestari)



0 comments