- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Anggota DPRD Sulbar Terima Aspirasi Honorer K2

Mamuju Kareba1 – Ratusan Honorer K2 Sulawesi Barat yang berujuk rasa menolak penerimaan CPNS jalur umur tahun 2018 diterima oleh DPRD Sulbar.
Mereka audiens usai berorasi sekitar satu jam di pelataran gedung DPRD, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (20/9/2018).
Audiens berlangsung di ruangan rapat pimpinan DPRD, diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulbar Munandar Wijaya, Ketua Komisi I Yahuda, dan sejumlah anggota DPRD dari lintas komisi.
Pada intinya, DPRD Sulbar secara kelembagaan telah menerima aspirasi para tenaga honorer K2 untuk diperjuangkan ke pusat, yang menolak peraturan Menpan-RB nomor 36 dan nomor 37 tahun 2018 yang dinilai tidak berkeadilan dan diskriminasi terhadap honorer K2.
“Intinya DPRD akan membuat kesepakatan tertulis untuk memperjuangkan saudara kita tenaga K2, karena ini soal hidup. Kami akan segera memperluas rapat untuk mengambil keputusan, tapi pada intinya secara kelembagaan kita akan dukung perjuangan ini,” kata Munandar Wijaya.
Dalam rapat tersebut, juga telah disepakati DPRD Sulbar dalam waktu dekat akan bertandang ke Kemenpan-RB untuk membicarakan tuntutan honorer K2 di Sulbar untuk diprioritaskan dalam pengankatan CPNS daerah tanpa da batasan usia.

Sementara salah satu anggota Komisi II DPRD, Sukri Umar menegaskan pihak DPRD secara kelembagaan akan mengambil sikap yang tegas dan terukur, untuk mendesak ke eksekutif menyurat ke Kemenpan-RB terkait tuntutan honorer K2.
“Memang perjuangan saudara-saudara ini pantas untuk dibela, apa yang saudara lakukan ini, membuat kami di DPRD harus lebih solid, karena ini persoalan hajat hidup,” katanya.
Menurutnya, pemerintah provinsi Sulbar harus menyampaikan ke pemerintah pusat bahwa ada kebijakan yang salah secara nasional.
Sementara Abdul Rahim anggota Komisi I, mengatakan, paling lambat, 24 September DPRD harus berangkat ke Jakarta untuk membicarakan tuntutan ribuan tenaga honorer di Sulbar.
“Saya sampaikan sepertinya bebas dari kepentingan politik, saya sama sekali tidak takut untuk tidak dipilih pada Pileg mendatang, namun ini harus diperjuangakan karena soal nasib saudara yang sudah lama mengabdi,” kata politisi NasDem itu.




0 comments