- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Anggota DPRD Sulbar Minta Pembangunan Jalan Malabo -Mamasa Dipercepat
MAMUJU, KAREBA1 – Pekerjaan pembangunan jalan dari Malabo menuju ibukota Kabupaten Mamasa diminta dipercepat karena saat ini dianggap tidak maksimal.
“Pekerjaan jalan antara Malabo-Mamasa yang dalam kondisi rusak parah kami minta digenjot lagi,” kata juru bicara komisi III DPRD Sulbar, Muhtar Belo di Mamuju, Selasa (20/10/2015).
Ia mengatakan, persentase realisasi pembangunan jalan dari Kecamatan Malabo menuju Mamasa baru sekitar 35 persen hingga memasuki triwulan keempat tahun 2015.
Menurut dia, mestinya jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Polewali Mandar yang berada dipesisir Sulbar menuju Kabupaten Mamasa yang berada
dipegunungan Sulbar sudah hampir rampung.
“Mestinya sudah rampung, namun karena pekerjaan jalannya yang tidak maksimal maka jalan itu masih belum bisa digunakan maksimal,” katanya.
Oleh karena itu ia berharap pemerintah menggenjot pembangunan jalan yang dibangun menggunakan APBD Sulbar tersebut agar dapat selesai dengan memanfaatkan waktu yang masih tersisa.
“Jalan itu digunakan masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan, juga agar Mamasa yang menjadi destinasi wisata di Provinsi Sulbar dapat diakses dengan mudah,” katanya.
Penulis : Ikal
Redaktur: Muh Gufran Padjalai.




0 comments