Syamsul Samad; Pramono Edhie Siap Backup SDK

By on Minggu, 6 Maret 2016

MAMUJU KAREBA1.com-Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) menghadiri pertemuan dengan Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Demokrat, Pramono Edhie Wibowo, kemarin.

SDK tak sendiri, ia didampingi juru bicara Partai Demokrat Sulawesi Barat, Syamsul Samad. Informasi yang diperoleh, pertemuan tersebut secara khusus membahas kontestasi politik jelang Pemilukada Sulawesi Barat, Februari 2017 mendatang.

Syamsul menjelaskan, dalam pertemuan itu, SDK mendapat suntikan motivasi kembali untuk bertarung di Pemilukada Sulawesi Barat.

“Saya dampingi Pak SDK ketemu Pak Pramono di DPP. Kita bicara soal Pilgub Sulbar dan beberapa agenda kepartaian,” ungkap Syamsul kemarin.

Syamsul yang juga Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat itu mengungkapkan, Pramono kembali menegaskan dukungan dan keyakinanya bahwa SDK akan memenangkan pertarungan.

“Makanya Pak Pramono memerintahkan kami untuk bergerak. DPP sudah memahami betul situasi di Sulbar. Sebab Pak Pramono sudah ke Sulbar.Beliau tahu arus dukungan ke SDK semaki besar, dan beliau tidak pernah
merasa ragu pada SDK,” beber Syamsul.

Lebih lanjut, Syamsul mengaku menerima amanat Partai yang disampaikanPramono Edhie yang menyebutkan seluruh mesin politik Partai Demokrat tidak boleh lengah.

“Dalam waktu dekat, Pak Pramono akan sampaikan keputusan DPP untuk Pilgub Sulbar,” sambung Syamsul.

Kepercayaan tinggi DPP terhadap SDK tak lahir begitu saja. Sederet prestasi mengilapkan “Bintang Mercy” di pentas politik di provinsi ini yang menjadi poin besar SDK di mata pengurus pusat.

Menurut Syamsul, DPP tak akan menerbitkan rekomendasi pencalonan di pilkada atas dasar kedekatan personal. Tapi ada tinjauan rasional yang jadi pijakan mengambil keputusan.

Peran SDK dalam menahkodai partai ini juga kelihatan hasilnya di pilkada serentak 9 Desember 2015. Dari empat Pemilukada di Sulawesi Barat, tiga dimenangkan kader Demokrat.

“Dan tentu saja DPP menganalisis semua itu. Sebab, pencapain partai ini di Sulbar melebihi ekspektasi DPP. Itu sebabnya DPP bangga sekali dengan kita di Sulbar,” papar Syamsul.

Kemudian, di pentas politik sebelumnya, pencapaian Demokrat di bawah kendali SDK juga terbilang gemilang. Jika pada periode 2005-2014,Partai Golkar bisa mempertahankan kursi Ketua DPRD Sulawesi Barat, maka pada Pileg 2014 Partai Demokrat bisa memutus dominasi “Beringin”. Demokrat berhasil mendudukkan sepuluh kadernya di parlemen dan merebut
kursi Ketua DPRD Sulbar.

Di Kabupaten Mamuju dan Mateng, partai ini juga memegang kursi ketua DPRD. Di Mamuju Utara dan Majene meraih kursi wakil ketua DPRD.Demikian halnya di Polman dan Mamasa, hasilnya juga amat baik.

Kemudian, untuk semakin meningkatkan kekuatan partai ini, SDK mampu merangkul beberapa tokoh penting untuk bergabung. Seperti dengan bergabungnya Ramlan Badawi. Hadirnya politisi yang menjabat Bupati
Mamasa itu sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Mamasa, tentu menjadi kekuatan baru.

Tidak itu saja, Dirga Adhi Singkarru, juga dirangkul. Putra politisi senioar PAN Sulbar ini dianggap memiliki pengaruh yang tidak kecil. Bagitu juga dengan tokoh-tokoh lainnya. Dengan pencapaian-pencapain
tersebut, tak salah jika rekomendasi pencalonan sebagai gubernur dari DPP Partai Demokrat, kelak diberkan pada SDK.

Mengenai statemen Salim S Mengga yang mengklaim bisa mengendarai Demokrat di pilgub nanti, Syamsul tak mempersoalkannya.

“Itu tidak masalah. Tapi saya amat meyakini, DPP akan memberi restunya kepada SDK,” katanya.

Dikatakan, DPP tidak akan memberi rekomendasi kepada calon kepala daerah jika potensi menangnya tidak besar.

Review

Mengengok pelaksanaan Musda Demokrat Sulbar pada pertengahan Januari lalu, Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo telah menyampaikan beberapa hal mengenai rencana Suhardi Duka (SDK) mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Barat.

Menurutnya, semua tergantung pada rakyat.

“Kalau rakyat bilang SDK, masa aku tolak? Dia inikan udah dua kali mimpin. Kalau orang udah dua kali mimpin, itu kan artinya gimana? Artikan sendirilah… Aku ini pake ukuran yang umum-umum saja,” ungkapnya ketika itu.

Untuk meproses pencalonan kepala daerah, Pramono menjelaskan jika di penjaringan calon. Itulah sistem yang dijalankan.

“Terus terang saja, keputusan seseorang untuk dicalonkan harus melalui tahapan usulan ke DPP. Dan harus disertai alasan-alasan yang tepat,” sebutnya.

Di DPP, usulan itu akan diolah lagi dengan melibatkan semua pengurus. Siapa yang direkomendasikan, itu penentuannya dilakukan bersama-sama.

“Bukan hanya Ketua Umum (Susilo Bambang Yudhoyono,) yang menentukan. Tapi ketua umum memutuskan setelah mendengar masukan dari pengurus,” urainya.

Tapi prestasi SDK, sambungnya, yang mampu mengantar Demokrat sebagai pemenang di Sulbar, memenangkan tiga dari empat pilkada kabupaten, bisa menjadi salah satu pertimbangan.

Patut digaris bawahi, kata Pramono, pada dasarnya kader yang terbaik diprioritaskan. Sebelumnya Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, setelah berkeliling Indonesia mengukur perkembangan Demokrat di tiap daerah. Ia melihat Sulawesi Barat adalah zona baru kembangkitan partai ini.

“Dan kedepan, ketua-ketua DPD kita persiapkan untuk merebut level-level tertinggi di daerahnya masing-masing. Mulai jadi bupati hingga gubernur,” paparnya.

Untuk urusan kinerja, pria berkacamata itu mengaku kagum dengan kinerja Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar Suhardi Duka.

“Menurut saya, dia telah melakukan pekerjaan luar biasa. Dan untuk itu sudah harus mempersiapkan diri menuju kursi Gubernur. Kita doakan itu,” pungkasnya kala itu. (*)

Sumber Rilis MC SDK