- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Presiden Minta Piala Kemerdekaan Ditambah
Jakarta – Presiden Jokowi telah mendengarkan pemaparan persiapan penyelenggaraan Piala Kemerdekaan. Dari pertemuan dengan Tim Transisi, Menpora dan klub kontestan, Jokowi minta hadiah juara Piala Kemerdekaan dinaikkan.
Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/8) siang tadi, ada beberapa hal yang dibahas terkait Piala Kemerdekaan. Presiden Jokowi disebut Tim Transisi juga banyak menanyakan tentang turnamen yang akan dimulai pada 15 Agustus mendatang itu.
Anggota Pokja Komunikasi Tim Transisi, Zuhairi Misrawi, mengatakan salah satu yang ditanyakan oleh Presiden Jokowi adalah soal hadiah bagi pemenang Piala Kemerdekaan. Zuhairi menyebut Jokowi meminta agar jumlah hadiah dinaikkan.
Sebelumnya, tim transisi memang telah menetapkan total hadiah yang akan didapatkan bagi peserta yaitu juara pertama akan menerima hadiah sebesar Rp 500 juta. Sedangkan runner-up mendapatkan Rp 300 juta. Namun jumlah tersebut dinilai Jokowi terlalu kecil.
“Presiden menanyakan kepada kami jumlah hadiah juara Piala Kemerdekaan. Kami bilang bahwa juara satu itu mendapatkan hadiah sebesar Rp 500 juta. Tapi beliau katakan ini terlalu kecil dan minta supaya dinaikkan jadi juara satu Rp 1,5 miliar, juara dua Rp 1 miliar dan juara tiga Rp 700 juta,” kata Zuhairi.
Menurut Zuhairi permintaan Jokowi untuk menaikkan jumlah hadiah bagi pemenang Piala Kemerdekaan semata-mata untuk memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi klub.
“Karena ini permintaan presiden, ya harus kami laksanakan. Uang dari mana? Artinya kami harus mencari sponsor lagi, mendapatkan sponsor sebanyak-banyaknya,” lanjut dia.
Zuhairi juga mengaku klub-klub juga sempat curhat soal stadion. Bahkan klub-klub ada yang meminta agar Presiden Jokowi membuat federasi yang baru.
“Ada beberapa permintaan klub kepada presiden, yaitu soal stadion. Klub-klub menyampaikan bahwa mereka tidak punya stadion selama ini. Mereka minta agar diperhatikan. Presiden tanya kalau membuat stadion anggarannya berapa? Klub bilang Rp 30 M.”
“Ada juga usul dari klub-klub untuk membangun federasi baru. Dari Lampung FC bilang bahwa kondisi federasi saat ini sudah parah sekali. Tanggapan presiden beliau bilang akan dibicarakan lagi dan akan mengundang klub lagi. Lalu, wasit juga meminta kepada Jokowi memperhatikan wasit bagaimana keamanan wasit dan kesejahteraan wasit. Presiden tanya berapa sih yang didapatkan wasit per pertandingan, yaitu Rp 3 juta. Presiden mendengarkan dan meminta kepada menpora untuk menindaklanjuti,” tuntasnya.(sumber detiksport)
0 comments