- PERMAHI Mamuju Desak Propam Polda Sulbar Terus Tindaklanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Kapolres Pasangkayu
- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
Kuburan Tua Di Mamasa, Sulawesi Barat
Tedong-tedong minanga atau kuburan tedong-tedong yang terletak di Desa Buntu Balla, Mamasa, ini, diperkirakan berusia sekitar 400 tahun lebih. Memang tak banyak literatur yang bisa menjelaskan asal-usul dan filosofi keberadaan kuburan tedong-tedong yang kini diperlihara pemerintah setempat sebagai salah satu objek wisata tertua di Sulbar itu.
Namun salah seorang penulis berkebangsaan Belanda Ingeborg Gohlich menuliskan orang Toraja yang berkembang di Sulbar dahulu mengalami kecelakaan kapal setelah meninggalkan negara asalnya Kamboja. Reruntuhan kapalnya ditarik ke daratan dan dijadikan sebagai rumah hunian. Model perahu inilah yang banyak mempengaruhi bentuk rumah warga Mamasa.
Kuburan ini memang tidak lagi menerima jenazah baru untuk dikuburkan di lokasi ini. Kuburan berbentuk kerbau dan perahu yang sarat dengan filosofi hidup warga Mamasa kini menjadi salah satu situs budaya kebanggaan Sulbar.(IAN)
sumber
Fahri Samudra



0 comments