- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Komisi IV DPRD Sulbar kunjugi sekolah di Polman
POLMAN Kareba1 — Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulbar melakukan Monitoring di Beberapa sekolah di Kabupaten Polewali Mandar.

Kegiatan monitoring ini di pimpin langsung Ketua Komisi 4 Marigun Rasyid dan Wakil ketua Hatta Kainang dan beberapa anggota DPRD Sulbar lainnya.
Adapun sekolah yang di kunjungi diantaranya SMK 1 Tinambung, SMA 1 Campalagian dan SLB Mapilli.
Wakil ketua Komisi 4 DPRD Sulbar Muh Hatta Kainang mengatakan, kegiatan ini untuk mencari tahu proses realisasi anggaran 2022 dan problem mendasar dari sekolah , temuan didapatkan bahwa sangat sedikit diklat, selain itu kompetensi bagi guru guru sekolah, sehingga perlu peningkatan kapasitas.

“Temuan lain soal pengawas sekolah yang tidak dibackup dengan sarana hanya mengandalkan gaji dalam bertugas sangat berbeda dengan daerah lain ini sangat miris,” kata Hatta Kainang, Kemarin
Selain itu, lanjutnya, pelaksanaan dak 2022 menggunakan model swakelola 2 tipe ,yang nantinya akan kami akan konfirmasi ke kadispendidikan kenapa ada 2 tipe.
“Penyaluran dana BOS yang masih tidak lancar pencairannya, soal cabang dinas yang belum optimal pola kerjakarna keterbatasan anggaran. Dan Komisi 4 DPRD sulbar akan mengatensi persoalan ini untuk sedikit demi sedikit mengatasi problem pendidikan,”Ujarnya.
Ia menambahkan, Pengawas sekolah adalah garda terdepan diknas jumlah sekita 35 orang sesulbar sangat lucu mereka bekerja berdasarkan tusi dalam mengawasi sekolah hanya dengan modal gaji semata tidak ada fasilitas kendaraan ,perjalanan dinas ataupun program rutin.(*)




0 comments