- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Kemenhan Rekrut 100 juta Warga Wajib Militer
KAREBA1.Com, Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bakal merekrut 100 juta warga negara Indonesia (WNI) untuk mengikuti wajib militer. Senin pekan depan (19/10/2015), Presiden Jokowi akan memulai perekrutan 4.500 orang.
Kepada wartawan, Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan, wajib militer atau program bela negara ala Indonesia ini berbeda dengan wajib militer di Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), Singapura atau negara lainnya.
Menurutnya, Indonesia tidak akan meniru wajib militer di sejumlah negara tersebut. Menurutnya, warga negara yang direkrut hanya akan mengikuti pendidikan militer selama satu bulan. Lalu diberikan kartu tanda anggota dan Kemenhan. “Jadi, urusan tembak-menembak itu nomor dua ratus,” ujarnya. Selain mendukung program keamanan nasional, pemberlakuan wajib militer juga untuk menciptakan kedisiplinan nasional.
Terpisah, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, Mayjen Hartind Asrin menambahkan, materi wajib militer meliputi, pemahaman empat pilar negara, sistem pertahanan semesta dan pengenalan alutsista TNI. Juga ditambah lima nilai cinta tanah air, sadar bangsa, rela berkorban, dan Pancasila sebagai dasar negara.
Untuk pelatihan fisik, kata Hartind, tidak terlalu dibebankan. “Fisik cuma baris berbaris saja. Rohaninya yang kita isi dengan jiwa nasionalisme. Dari sini terlihat perbedaan antara wajib militer Indonesia dan negara lainnya,” ujarnya.(net)



0 comments