- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Jawas Dikenal Sebagai Politisi yang Tidak Mengenal Kata Gagal
MAMUJU KAREBA1-Calon wakil bupati Mamuju Abdul Jawas Gani atau Jawas, dikenal oleh para pendukungnya sebagai seorang politisi senior yang tidak pernah mengenal kata gagal untuk sebuah tujuan perjuangan dengan semangat mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik.
Ketua DPC PKB Mamuju, Bakri Bestari, sebagai salah satu partai pengusung pasangan Ahmad Appa-Jawas Gani, mengatakan, semangat dan niat menuju perubahan ke arah yang lebih baik itulah yang tidak pernah menyurutkan tekad seorang Jawas Gani untuk bersedia mengikuti setiap pemilihan.
“Termasuk ingin melihat proses pemilihan yang lebih baik karena menggunakan cara-cara berpolitik yang bermartabat dan elegan dalam bersaing,” kata Bakri, Sabtu (5/9/2015).
Menurut Bakri, ia sependapat dengan sikap Jawas Gani tersebut. Katanya, memang seharusnya tidak ada kata gagal kalau mau melihat perubahan di Mamuju, sebab yang mau dilawan adalah keadaan pembangunan di Mamuju yang stagnan dan tidak mengalami perkembangan.
“Kalau ada yang merasa lebih bisa dan mampu, kenapa anda tidak maju untuk Mamuju lebih baik,” kata Bakri.
Menurut Bakri, dirinya justru angkat topi dan hormat kepada Jawas Gani karena dengan berbagai keterbatasannya, masih semangat mengumpulkan semua potensi yang ada di sekitarnya untuk melakukan perubahan di daerah ini.
Tentang perubahan kata Bakri, adalah kondisi yang tidak akan datang begitu saja. Tetapi perubahan harus direbut.
Perubahan, lanjutnya, juga tidak bisa diharap datang dari orang-orang yang sudah senang. Sebab menurutnya, semangat perubahan selalu datang dari orang-orang terpinggirkan.
“Dan saya melihat ini ada di diri Pak Ahmad Appa dan Pak Jawas Gani termasuk dari para pendukungnya yang mayoritas saudara-saudara dari PUS, Mandar, Bugis dan Mamuju pada umumnya,” sebut Bakri.
Penulis: Gufran Padjalai
0 comments