- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
DPRD Sulbar Minta Polisi Selesaikan Kasus Dugaan Calo Penerimaam CPNS
KAREBA1 MAMUJU – DPRD provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) minta Polda Sulbar segera menangkap pelaku dan memeriksa pihak yang diduga terlibat,calo penerimaan CPNS lingkup kanwil Hukum dan HAM Sulbar.
“Mestinya dilakukan penangkapan karena persoalan tersebut sangat serius dan akan banyak lagi korban bermunculan jika tidak tindak segera”.kata Abdul Rahim anggota DPRD Sulbar di Mamuju.sabtu 19/1/19.
“Seharusnya dilakukan penangkapan karena bisa jadi akan menghilangkan barang bukti, termasuk anggapan masyarakat bahwa dia tidak ada apa-apa,” ujar Rahim.
Rahim katakan, ini juga membawa kredibilitas Pemerintah yang saat ini menggunakan sistem CAT dalam seleksi CPNS.
“Masa masih ada orang berani melakukan pungutan-pengutan. Apalagi menjajikan lulus CPNS? Sangat menjijikkan. Seharusnya Pemerintah ikut mengutuk dan mendesak Penangkapan dengan ancaman hukuman sebesar-besarnya,” ujarnya.
Rahim juga menyampaikan dengan ditangkapnya pelaku tentu menjadi pintu masuk untuk menelusuri kemungkinan adanya petunjuk keterlibatan pihak lain.
“Sepertinya saya sulit percaya kalau tidak ada aktor intelektualnya, maklum Irma itu hanya seorang ibu yang kerjanya Loundry. Kok berani-beraninya ya?. Saya malah meminta Kapolda agar ikut memeriksa Kakanwil Hukum dan HAM guna memastikan bahwa dia dan jajarannya tidak ada yang terlibat,” ungkap Rahim.
Rahim sampaikan bahwadirinya cukup yakin tidak mungkin pelaku melakukan seorang diri, karena isunya dikaitkan dengan Kemenhukham sudah cukup lama, bahkan pihaknya dapat informasi dari dalam bahwa di internal Kanwil Hukum dan HAM sudah lama tahu kalau ada modus penipuan yang sedang berjalan di lapangan dengan memperlihatkan foto copy SK CPNS Kanwil Hukum dan HAM.
“Saya meminta Penyidik Polda agar segera memeriksa semua pihak yang diduga terlibat, berperan dan mengetahui kronoligis kasus ini, termasuk Kakanwil Hukum dan HAM harus ikut diperiksa karena terkait sebagai Pimpinan lembaga yang “dijual” diduga dijual Irma, berikut nama Ibu Farida tertera dengan jelas dalam foto copy “SK” CPNS yang diduga kuat palsu itu. Sekali lagi, kepentingan pemeriksaan Kakanwil adalah memastikan bahwa institusi ini sangat clean and Clear dalam persoalan ini,” harap Rahim.
Selain itu, lambaga pemerintah harus dijaga dari segala bentuk anasir jahat yang merugikan semua pihak.




0 comments