- PERMAHI Mamuju Desak Propam Polda Sulbar Terus Tindaklanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Kapolres Pasangkayu
- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
Angka Kematian Ibu Lebih Banyak Karena Keterbasan Infrastruktur
MAMUJU KAREBA1-Data terakhir yang dimiliki oleh kantor lembaga pemberdayaan Pelayanan Sosial Dasar (PSD) Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) provinsi Sulawesi Barat menyebutkan, jumlah angka kematian Ibu bersalin di Kabupaten Mamuju mengalami peningkatan.
Fasilitator PSD GSC Provinsi Sulawesi Barat, Heryadi mengatakan, selain karena masih kurangnya tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri di tempat-tempat pelayanan kesehatan khususnya untuk ibu-ibu hamil, penyebab tingginya angka kematian ibu ataupun anak tersebut, lebih banyak disebabkan masih terbatasnya sarana pelayanan kesehatan dan infrastruktur pendukungnya.
“Jumlah kematian ibu itu banyak terjadi di wilayah-wilayah yang memang belum masuk wilayah kerja program PSD GSC. Jadi artinya itu terkait dengan tingkat kesadaran masyarakat. Tetapi banyak kasus kematian ibu bersalin karena masalah infrastruktur,” kata Heryadi di Mamuju kemarin.
Kata Heryadi, di wilayah-wilayah yang telah mendapatkan pendampingan dari fasilitator PSD GSC, angka kematian ibu dan anak di wialayah tersebut, cenderung mengalami penururnan.
Namun lnajut Heryadi, kesadaran masyarakat saja belumlah cukup untuk mengurangi jumlah angka kematian Ibu bersalin.
Sebab seperti kasus kematian ibu yang baru-baru terjadi di Kabupaten Polman, penyebabnya kata Heryadi, bukan karena tidak dibawa ke Rumah Sakit, tetapi karena jauhnya perjalanan yang harus ditempuh untuk sampai ke Rumah Sakait.
“Belum lagi kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan. Akhirnya Ibu tersebut meninggal di jalan,” kata Heryadi.
Karena itu menurutnya, persoalan tingginya angka kematian Ibu, juga terkait dengan persoalan kurangnya pusat layanan kesehatan di wilayah-wilayah pedalaman serta sulitnya akses jalan untuk bisa sampai ke pusat layanan kesehatan rujukan.
“Sementara fasilitator PSD GSC yang selama ini fungsinya lebih banyak memberikan pendampingan untuk meningkatakan pemahaman dan kesadaran masyarakat pada pentingnya menggunakan layanan kesehatan, tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi keterbatasan infrastruktur tersebut,” kata Heryadi.
Penulis: Muh Gufran




0 comments