- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Hati- Hati Komsumsi Air Mineral Isi Ulang (Galon)
Jika air yang akan Anda minum menunjukkan ciri-ciri ini, jangan dikonsumsi
- Minum adalah kebiasaan baik, tapi bagaimana jika air yang diminum bukanlah air yang layak? Minum delapan gelas sehari akan memenuhi kebutuhan cairan tubuh, tetapi masih banyak yang tidak tahu bagaimana sebenarnya air yang layak minum. Nah, marilah cari tahu air seperti apa yang eharunya dapat diminum atau tidak, demi kesehatan bersama.
-
Air yang terlalu lama mendidih
Air memang harus direbus hingga mendidih. Tapi jika air sudah mendidih hingga berjam-jam dan direbus bahkan hingga melewati semalam maka zat seperti kalsium, magnesium, kandungan logam, dan nitrit akan menjadi sangat tinggi. Air tersebut jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan mengurangi fungsi lambung dan usus, dampaknya akan mengakibatkan perut kembung dan diare. Sedangkan nitrit yang terlalu tinggi jika dikonsumsi akan menjadi racun bagi organ dalam tubuh dan menjadi penyebab organ dalam kekurangan oksigen. Jika fungsi organ dalam sudah mulai kehilangan fungsinya, bisa menyebabkan pingsan, kejang dan lebih parahnya lagi kematian.
-
Air yang tidak dimasak
Seperti air ledeng yang langsung diminum. Air ledeng yang biasa kita pakai sudah melalui proses klorin, proses tersebut memisahkan 13 zat yang merugikan. Beberapa zat di antaranya dapat menyebabkan kanker dan cacat lahir bayi. Air yang direbus tidak sampai matang tidak akan menuntaskan proses sterilisasi air terhadap zat-zat berbahaya. Seharusnya yang harus dilakukan ialah merebus air minum hendaknya dilakukan sampai titik didih 100 derajat celcius selama kurang-lebih 3 menit.
-
Air yang sudah usang
Air ini dinamakan sudah usang karena sudah terlalu lamanya air tersebut tersimpan. Air seperti ini dapat menyebabkan lambatnya pertumbuhan si kecil, mempercepat penuaan dini, dan mempunyai resiko cukup besar untuk terkena kanker lambung atau kerongkongan. Usahakan air yang dikonsumsi adalah air yang benar-benar segar yang sudah pasti terjamin kualitasnya, seperti air kemasan merek.
-
Air yang direbus secara berulang-berulang
Ada sebuah cara yang salah dengan berinisiatif untuk berhemat yakni mencoba untuk selalu memanaskan kembali air dari dalam termos. Hal ini mungkin memang akan terlihat lebih ekonomis daripada selalu merebus air yang baru, tapi ini bisa merugikan karena kandungan nitrit akan meningkat dan dapat menyebabkan penimbunan racun dalam tubuh.
-
Air panci kukus
Ada lagi sebuah cara yang salah namun masih juga ada saat ini yang melakukannya, dengan tidak memperhatikan air dari panci kukusan tersebut. Kebanyakan air panci tidak pernah diganti dengan yang baru, air panci hanya ditambah ketika sudah terlihat berkurang. Sedangkan seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa air dengan proses pemanasan berulang-ulang meningkatkan kadar nitrit. Kerak-kerak yang ikut dalam resapan air jika ikut masuk kedalam tubuh, maka akan menyebabkan penyakit seperti sistem pencernaan yang tidak baik, gangguan saraf, permasalahan pada saluran kemih, dan juga penyebab faktor penuaan dini.
@dikutip dari beberapa sumber.#
0 comments