- PERMAHI Mamuju Desak Propam Polda Sulbar Terus Tindaklanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Kapolres Pasangkayu
- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
Sepengal Cerita Jemaah Haji di Mekah
MAMUJU KAREBA1-Rombongan jemaah haji Kabupaten Mamuju Kelompok terban (kloter 14) telah tiba kota mamuju dengan membawa sejuta pengalaman-pengalaman suka maupun duka selama melaksanakan ibadah haji. Pelukan hangat dan kecupan di kening langsung menyerbu setiap jemaah yang turun dari bus. Berdesakan dengan ribuan penjemput jemaah haji lain bukan menjadi masalah bagi keluarga dan kerabat yang telah mananti.
Suka maupun duka mereka alami alami, seperti cerita yang di alami Hj Uci (pemilik Rumah Makan Cici) Warga lingkungan kasiwa kelurahan binanga Mamuju.
ia mengaku bersyukur kepada Sang Maha Kuasa karena diberi keselamatan kembali berkumpul dengan keluarganya di Mamuju. Meski begitu ia tidak menampik ada suka dan duka dalam perjalanan ibadah hajinya.
“ kekompakan jamaah Mamuju itu mantap, kalau ada yang sakit ditemani, dibantu. Tapi ada juga dukanya, karena ada teman kelompok saya yang meninggal dunia, itu pas depan kamar saya, usianya sudah lansia.” Urai Hj. Uci.kemarin (6/10)
Di tempat sama H.Kasma Hamal pimpinan kloter 14, menilai prosesi manasik haji yang dilakukan oleh jamaah sebelum berangkat telah berhasil.
“Prosesi manasik haji 2016 ini cukup berhasil, tolak ukurnya banyak jamaah setelah kita tiba di mekah, hanya dua hari saja kita dampingi, selebihnya mereka sudah bisa beribadah secara mandiri.” Kata Kasma.
Kata dia,ketika pelepasan jemaah haji Mamuju pada 25 September lalu berjumlah 253 orang kloter 14 dan 15 Mamuju, 50 orang diantaranya gabungan dari jemaah haji asal Kabupaten Mamuju Tengah.
Sumber : Humas Mamuju






0 comments