- 26 Personil Satlantas Polresta Mamuju Siaga di Anjugan Manakarra
- Gubernur Sulbar Apresiasi Pengabdian Polri pada Panggung Gembira HUT Bhayangkara ke-80
- Dinas Perhubungan Mamuju Akan Tetapkan Ukuran Lahan Parkir Standar dan Adil
- Perketat Pengawasan Parkir, Dinas Perhubungan Ingin Tingkatkan PAD dan Cegah Kebocoran
- Forum Satu Data: Komitmen Integrasi Data Berbasis Desa hingga Provinsi
- Perkuat Tata Kelola, Clearing House PBJ Sulbar Fokus Kesiapan 10 Paket Strategis
- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
Sejumlah Pos Polisi Dari Jalur Polman Hingga Mamuju Kosong
MAMUJU KAREBA1-Dampak bentrok antara okum polisi yang menewaskan Prada Yuliadi Anggota Kompi Senapan B Makkasau, 721 di areal kejuaraan Road Race Kabupaten Polman Sulawesi Barat Minggu (31/8) siang tadi, sejumlah pos Polisi lalu lintas sepanjang jalur Polman hingga Mamuju Sulawesi Barat kosong tidak ada penjagaan dari aparat kepolisian.
“Semua Pos Polisi lalu lintas dari Polman hingga Mamuju kosong tidak ada petugas polisi, ” kata Andi Raiz di Mamuju (31/8). Raiz adalah salah seorang peserta kejurnas Road Race saat melakukan perjalanan ke Mamuju.
Menurut dia, beberapa Pos polisi yang ia lintasi terlihat kondisinya rusak, bahkan beberapa titik
di kota majene terlihat sejumlah orang berseragam loreng lengkap senjata laras panjang melakukan razia kepada setiap kendaraan yang melintas ujarnya.
Raiz menjelaskan, ratusan TNI hanya melakukan razia terhadap anggota polisi, dengan memeriksa identitas, warga sipil di perbolekan melanjutkan perjalanan.
“Saya sempat kaget saat kendaraan kami di hentikan, setelah kami jelaskan kami bukan polisi kami pun di perbolekan melakukan perjalanan,” kata dia
RIN
Editor: Gufran Padjalai




0 comments