- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Sejumlah Pos Polisi Dari Jalur Polman Hingga Mamuju Kosong
MAMUJU KAREBA1-Dampak bentrok antara okum polisi yang menewaskan Prada Yuliadi Anggota Kompi Senapan B Makkasau, 721 di areal kejuaraan Road Race Kabupaten Polman Sulawesi Barat Minggu (31/8) siang tadi, sejumlah pos Polisi lalu lintas sepanjang jalur Polman hingga Mamuju Sulawesi Barat kosong tidak ada penjagaan dari aparat kepolisian.
“Semua Pos Polisi lalu lintas dari Polman hingga Mamuju kosong tidak ada petugas polisi, ” kata Andi Raiz di Mamuju (31/8). Raiz adalah salah seorang peserta kejurnas Road Race saat melakukan perjalanan ke Mamuju.
Menurut dia, beberapa Pos polisi yang ia lintasi terlihat kondisinya rusak, bahkan beberapa titik
di kota majene terlihat sejumlah orang berseragam loreng lengkap senjata laras panjang melakukan razia kepada setiap kendaraan yang melintas ujarnya.
Raiz menjelaskan, ratusan TNI hanya melakukan razia terhadap anggota polisi, dengan memeriksa identitas, warga sipil di perbolekan melanjutkan perjalanan.
“Saya sempat kaget saat kendaraan kami di hentikan, setelah kami jelaskan kami bukan polisi kami pun di perbolekan melakukan perjalanan,” kata dia
RIN
Editor: Gufran Padjalai




0 comments