- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
IJS SULBAR SIKAPI AKSI TEROR TERHADAP WARTAWAN

Mamuju – Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) ikut menyikapi aksi teror terhadap wartawan Fokus7.com, Arwin yang dilakukan oleh oknum tak dikenal yang terjadi dikediaman korban di kawasan terminal Simbuang, Mamuju sekitar pukul 01.00 wita, Minggu, (26/11).
Pelaku teror terhadap wartawan inj menyerang korban dengan cara melemparkan batu. Beruntung, lemparan batu nyaris menghujani kepala korban itu hanya mengenai dinding rumahnya.
“Sepanjang teror itu berkaitan dengan kegiatan jurnalis maka IJS akan mengawal masalah ini. Saya menyarankan agar saudara Arwin segera melapor ke aparat hukum, ” kata Ketua IJS, Irham Azis di sekretariat IJS di Mamuju.
Irham menyampaikan, ancaman teror ini jelas erat kaitannya dengan pemberitaan. Namun hal itu bisa disimpulkan setelah aparat hukum kepolisian melakukan penyelidikan atas kasus ini.
Karena itu, teman -teman pers untuk tetap waspada dan mengedepankan kode etik pers dalam menjalankan tugasnya. Sepanjang Pers mengikuti rambu-rambu maka tak perlu khawatir dalam menghadapi segala bentuk ancaman.
Hal senada dikemukakan Ketua Dewan Etik IJS, Acho Antara bahwa teror yang menimpa jurnalis ini menjadi keprihatinan karena masih saja ada upaya pembungkaman terhapap Pers.
Ia mengatakan, jika benar teror wartawan ini berkaitan dengan pemberitaan maka lembaga IJS akan bergerak cepat untuk membawa kasus ini kerana hukum.
“Eksitensi IJS tak perlu diragukan lagi dalam mengawal kasus ini karena memang kami konsen menyikapi segala kasus-kasus kekerasan pers, ” katanya.
0 comments