- GMTSI Cium AROMA Korupsi Kadis Pendidikan Polman terkait Dugaan dana hibah pendidikan Rp13,4 miliar
- Sosok Teladan Itu Telah Pergi: Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, Meninggal Dunia
- DPD RI Koordinasi dengan Dinsos P3A dan PMD Sulbar Terkait Data Koperasi Merah Putih
- Dukung SPBE, Pemprov Sulbar Mulai Susun Peta Proses Bisnis 2025-2029
- Polda Sulbar Disorot, Tiga Bulan Tanpa Tersangka Kasus Pengeroyokan di Mamuju
- Hari Kesadaran Nasional dan Hari Desa Nasional 2026 Jadi Momentum Optimisme Pembangunan Sulbar
- Persiapan SPBE 2026, Satpol PP Tekankan Soliditas Tim
- Biro Organisasi Setda Sulbar Terima Kunjungan Pemkab Mamuju Tengah, Koordinasikan Penerapan TPP
- FPPS menilai KUHP berpotensi mengancam kebebasan berpendapat dan nilai-nilai demokrasi
- Gubernur Suhardi Duka Lantik 10 Pejabat Eselon II, Dua Jabatan Masih Tunda
FPPS: Konflik Sengketa Lahan Harus Diselesaikan Damai
MAMUJU KAREBA1-Konflik sengketa lahan di Provinsi Sulawesi Barat harus diselesaikan secara damai dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai upaya menyelesaikan sengketa tanah. Itu harus dilkaukan agar terhindar dari konflik terbuka, dan berdampak luas secara sosial dan politik.
Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua organisasi Forum Persaudaraan Pemuda Sulawesi Barat, Nirwansyah
di Mamuju. Ia mengatakan, konflik agraria yang merebak adalah tanda utama dari kebutuhan untuk segera dilaksanakannya pembaruan agraria.
Kata pemuda yang akarab disapa Anca ini, konflik selama ini selalu disebabkan alasan-alasan ketimpangan pemilikan, penguasaan dan pengelolaan sumber-sumber agraria atau yang disebut ketimpangan struktur agraria.
“Itu mesti diselesaikan secara damai agar tidak terjadfi konflik terbuka, dan berdampak luas secara sosial
dan politik,” katanya.
Menurut dia, ketimpangan struktur agraria ini menjadi persoalan utama yang belum terselesaikan bahkan jumlahnya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi keprihatinan publik.
“Karakter sengketa dan konflik agraria bersifat kronis, massif dan meluas, berdimensi hukum, sosial, politik dan ekonomi. Konflik terjadi juga karena kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penguasaan dan
penggunaan tanah serta pengelolaan SDA. Penerbitan ijin-ijin usaha penggunaan tanah dan pengelolaan SDA tidak menghormati keberagaman Kepentingan yang menjadi dasar dari hak tmasyarakat, dan potensi terjadi
pelanggaran HAM, ini menjadi masalah,”katanya.
Ia mengatakan sepanjang sepuluh tahun terakhir (2004 -2014), telah terjadi 1.391 konflik agraria di seluruh wilayah Republik Indonesia,dengan areal konflik seluas 5.711.396 hektar, dimana terdapat lebih dari 926.700 kepala keluarga harus menghadapi ketidakadilan agraria dan konflik berkepanjangan.
“Masalah sektoralisme kebijakan dan kelembagaan dalam hal pengelolaan sumber-sumber agraria menjadi penyumbang konflik-konflik yang terjadi dan berdasarkan sektor, maka konflik agraria yang terjadi di sektor
perkebunan sebanyak 536 konflik, bidang infrastruktur 515 konflik, sektor kehutanan 140 konflik, sektor tambang 90 konflik, sektor pertanian 23 konflik, dan pesisir-kelautan 6 konflik,” katanya.
Nirwansyah mengatakan, lembaga swadaya masyarakat menilai pemerintah kurang berpihak kepada masyarakat yang tengah berkonflik dengan melakukan tindakan intimidasi dan kriminalisasi, serta pemilihan cara-cara represif oleh aparat keamanan dalam penanganan konflik agraria yang melibatkan kelompok masyarakat petani dan komunitas adat telah mengakibatkan 1.354 orang ditahan, 553 mengalami luka-luka, 110 tertembak peluru aparat, dan tewasnya 70 orang di wilayah-wilayah konflik.
Bahkan lanjutnya, kejadian konflik agraria di tanah air terus menunjukkan peningkatan seperti di Kabupaten Mamuju Tengah, konflik agraria sudah lama terjadi bahkan sebelum terpisah dari kabupaten induknya Kabupaten Mamuju.
“Konflik agraria yang terjadi belum sepenuhnya terselesaikan dengan baik, meskipun proses mediasi sudah sering dilakukan oleh pemerintah daerah maupun instansi terkait. Konflik agraria di Mamuju Tengah
adalah problem serius yang harus mendapatkan penanganan yang khusus oleh semua kalangan,” katanya.
Konflik agraria yang terjadi Mamuju Tengah katanya dipicu oleh sengketa lahan perkebunan kelapa sawit antara perusahaan dengan masyarakat, masyarakat dengan masyarakat, maupun masyarakat dengan individu.
“Pembakaran rumah Kepala Desa Bojo di Kec. Budong-Budong, merupakan pembelajaran berharga bahwa konflik agraria musti ditangani tepat, cepat dan bijaksana yang dimulai dengan cara memediasi pihak yang bersengketa, sebelum proses hukum dilakukan,” katanya.
Mediasi tersebut lanjutnya, perlu difasilitasi pemerintah daerah dan anggota legislatif, yang dapat dilakukan dengan membentuk panitia khusus.
“Pembentukan pansus merupakan langkah maju dan harapan baru dalam mendorong penyelesaian konplik agraria, bukan hanya dalam konteks regional akan tetapi diseluruh wilayah Sulbar, agar dapat memberikan angin segar dalam penyelesaian konflik agraria,” katanya.
Ia mengatakan, FPPS di Mamuju Tengah segera akan menggelar seminar sebagai upaya penyelesaian konflik agraria melibatkan pembicara dari unsur pemerintah dan DPRD Mamuju Tengah dihadiri sejumlah elemen organisasi masyarakat.
Penulis: Ikal
Editor : Gufran Padjalai
Related Posts
Latest News
-
Raja Mamuju harapkan gubernur terpilih majukan Sulbar
Mamuju Karebasatu- Raja Mamuju ke-17 Bau Akram Dai mengharapkan...
- Posted Desember 8, 2024
- 0
-
SENGKETA LAHAN TANAH HAK MILIK MENJADI PERTANYAAN WARGA PADA KEGIATAN JUMAT CURHAT POLSEK TINAMBUNG DI DESA SEPABATU
Tinambung Kareba1 Kegiatan Program quick wins Jumat Curhat pada...
- Posted Januari 20, 2023
- 0
-
PJ Gubernur Sulbar Marah Pengelolaan BBIP Poniang, Belanja Miliaran Hasilnya Nihil
MAJENE Kareba1 — Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) di...
- Posted Januari 15, 2023
- 0
-
Persawat Citilink Mulai Beroperasi di Bandara Tampa Padang, Buka Rute Mamuju-Jakarta
MAMUJU Kareba1 — Maskapai Penerbangan Citilink kini melayani rute penerbangan...
- Posted Desember 6, 2022
- 0
-
Polsek Tinambung Berhasil Mengungkap Dan Menangkap Pelaku Curanmor
foto: komlotan Pelaku dua orang curanmor serta penada hasil curian,...
- Posted Desember 3, 2022
- 0
-
Kronologis Raibnya Sejumlah Tabungan Nasabah Pada Bank Sulselbar
MAMUJU, Kareba1 Kssus Raibnya Dana nasabah milyaran rupiah, bank melakukan...
- Posted November 29, 2022
- 0
-
Diduga Kematian Marten Warga Mamasa Tidak wajar
Diduga lelaki Marten seorang pegawai pertanian kabupaten Mamasa Korban...
- Posted November 24, 2022
- 0
-
Akhir Tahun, Kadis Perkim Optimis Target Realisasi Anggaran
Mamuju – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Sulbar,...
- Posted November 2, 2022
- 0
-
GMTSI Cium AROMA Korupsi Kadis Pendidikan Polman terkait Dugaan dana hibah pendidikan Rp13,4 miliar
“Kami mendesak KEJATI SULBAR dan POLDA SULBAR untuk turun langsung....
- Posted Januari 31, 2026
- 0
-
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat Kehilangan Wakil Gubernur Salim S. Mengga
MAMUJU, — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan duka cita yang...
- Posted Januari 31, 2026
- 0
-
Sosok Teladan Itu Telah Pergi: Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, Meninggal Dunia
Mamuju – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga,...
- Posted Januari 31, 2026
- 0
-
Siaga Banjir dan Longsor, BPBD Sulbar Sebar Peringatan Dini ke Seluruh Kabupaten
Mamuju – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat...
- Posted Januari 29, 2026
- 0
-
Cegah Paparan Konten Negatif di Sekolah, Biro Hukum Sulbar Dorong Aturan Pembatasan Ponsel Hingga Tingkat Kabupaten
Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) di bawah...
- Posted Januari 29, 2026
- 0
-
DPRD dan Pemprov Sulbar Kaji Realisasi Anggaran 2025, Biro Hukum Jabarkan Kendala dan Capaian
Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) bersama DPRD...
- Posted Januari 29, 2026
- 0
-
DPD RI Koordinasi dengan Dinsos P3A dan PMD Sulbar Terkait Data Koperasi Merah Putih
Mamuju – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta...
- Posted Januari 29, 2026
- 0
Berita Terkini
-
Raja Mamuju harapkan gubernur terpilih majukan Sulbar
Mamuju Karebasatu- Raja Mamuju ke-17 Bau Akram Dai mengharapkan...
- Minggu, 8 Desember 2024
- 0
-
SENGKETA LAHAN TANAH HAK MILIK MENJADI PERTANYAAN WARGA PADA KEGIATAN JUMAT CURHAT POLSEK TINAMBUNG DI DESA SEPABATU
Tinambung Kareba1 Kegiatan Program quick wins Jumat Curhat pada...
- Jumat, 20 Januari 2023
- 0
-
PJ Gubernur Sulbar Marah Pengelolaan BBIP Poniang, Belanja Miliaran Hasilnya Nihil
MAJENE Kareba1 — Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) di...
- Minggu, 15 Januari 2023
- 0
-
Persawat Citilink Mulai Beroperasi di Bandara Tampa Padang, Buka Rute Mamuju-Jakarta
MAMUJU Kareba1 — Maskapai Penerbangan Citilink kini melayani rute penerbangan...
- Selasa, 6 Desember 2022
- 0
-
Polsek Tinambung Berhasil Mengungkap Dan Menangkap Pelaku Curanmor
foto: komlotan Pelaku dua orang curanmor serta penada hasil curian,...
- Sabtu, 3 Desember 2022
- 0
-
Kronologis Raibnya Sejumlah Tabungan Nasabah Pada Bank Sulselbar
MAMUJU, Kareba1 Kssus Raibnya Dana nasabah milyaran rupiah, bank melakukan...
- Selasa, 29 November 2022
- 0
-
Diduga Kematian Marten Warga Mamasa Tidak wajar
Diduga lelaki Marten seorang pegawai pertanian kabupaten Mamasa Korban...
- Kamis, 24 November 2022
- 0
-
Akhir Tahun, Kadis Perkim Optimis Target Realisasi Anggaran
Mamuju – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Sulbar,...
- Rabu, 2 November 2022
- 0
-
GMTSI Cium AROMA Korupsi Kadis Pendidikan Polman terkait Dugaan dana hibah pendidikan Rp13,4 miliar
“Kami mendesak KEJATI SULBAR dan POLDA SULBAR untuk turun langsung....
- Sabtu, 31 Januari 2026
- 0
-
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat Kehilangan Wakil Gubernur Salim S. Mengga
MAMUJU, — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan duka cita yang...
- Sabtu, 31 Januari 2026
- 0
-
Sosok Teladan Itu Telah Pergi: Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, Meninggal Dunia
Mamuju – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga,...
- Sabtu, 31 Januari 2026
- 0
-
Siaga Banjir dan Longsor, BPBD Sulbar Sebar Peringatan Dini ke Seluruh Kabupaten
Mamuju – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat...
- Kamis, 29 Januari 2026
- 0
-
Cegah Paparan Konten Negatif di Sekolah, Biro Hukum Sulbar Dorong Aturan Pembatasan Ponsel Hingga Tingkat Kabupaten
Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) di bawah...
- Kamis, 29 Januari 2026
- 0
-
DPRD dan Pemprov Sulbar Kaji Realisasi Anggaran 2025, Biro Hukum Jabarkan Kendala dan Capaian
Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) bersama DPRD...
- Kamis, 29 Januari 2026
- 0
-
DPD RI Koordinasi dengan Dinsos P3A dan PMD Sulbar Terkait Data Koperasi Merah Putih
Mamuju – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta...
- Kamis, 29 Januari 2026
- 0
-
Dukung SPBE, Pemprov Sulbar Mulai Susun Peta Proses Bisnis 2025-2029
Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memulai penyusunan Peta...
- Kamis, 29 Januari 2026
- 0
-
Dukung Visi Pancadaya, Biro Pemkesra Sulbar Sinergikan Program dengan Kementerian Haji dan Umrah
Mamuju – Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat melakukan kunjungan...
- Senin, 26 Januari 2026
- 0
-
Pemprov dan DPRD Sulbar Sepakati Perubahan Perda BUMD Strategis, Fokus pada Pengawasan dan SDM Unggul
Mamuju — DPRD Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat paripurna persetujuan...
- Senin, 26 Januari 2026
- 0




0 comments