- Kasus Proyek Kolam Air Tawar Kalukku: Belum Ada Kepastian Hukum, Kajari Bungkam
- Sejumlah Dugaan Kasus Hukum di Mamuju Masih Menggantung, Aliansi Mendesak Kejari Transparan
- Dapur MBG Simbuang: Antara Dalih Prosedur, Pembiaran Otoritas, dan Aroma “Permainan
- Program Makan Bergizi Gratis di Mamuju Disorot, Aktivis Desak KAREG Sulbar Dievaluasi
- DESA TAAN MILIKI 4.694 JIWA, RATUSAN WARGA MASIH HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN
- WARGA BULLUNG PROTES: BANTUAN DESA TIDAK MERATA, YANG MAMPU DAPAT, YANG BENAR-BENAR MISKIN TERTINGGAL
- GEBRAK Sulbar Kembali Soroti Satpol PP Mamuju: Desak BPK Telusuri Jejak Anggaran, Waspadai Laporan Fiktif
- Tidak ada klarifikasi, dugaan laporan fiktif satpol PP Mamuju kian kuat: ketua gebrak desak bendahara dan sekretaris diperiksa
- IJS SULBAR DESAK SATPOL PP MAMUJU TRANSPARAN: IRHAM AZIS MINTA KEJAKSAAN AUDIT ANGGARAN LINGKUNGAN YANG DIDUGA FIKTIF
- GEBRAK SULBAR APRESIASI PUTUSAN TEGAS POLRESTA MAMUJU: BRIPTU AHMAD KASYFI DIPATSU 14 HARI, BUKTI TAK ADA OKNUM YANG KEBAL HUKUM
Dinkes Sulbar percepat target pembangunan kesehatan

Mamuju -Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas bidang dalam rangka mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan di Sulawesi Barat pada 22 July 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan, konsolidasi internal untuk memperkuat sinergi antar bidang, khususnya dalam menangani permasalahan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan serius sangat penting dilaksanakan.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Sulawesi Barat masih berada di angka 35,4 persen jauh di atas rata-rata nasional.
“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga soal sanitasi, edukasi, akses pelayanan kesehatan, dan pola pengasuhan.
Oleh karena itu, tidak cukup jika hanya ditangani oleh satu bidang atau satu sektor saja.
“Diperlukan kolaborasi aktif dari semua bidang dalam organisasi kita,” ujar dr. Nursyamsi dalam arahannya.
Penanganan stunting, lanjutnya, merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
Dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, sektor kesehatan memiliki peran strategis untuk memastikan generasi masa depan tumbuh sehat dan cerdas,yang terurai dalam Misi Panca Daya
Plt Kadinkes Sulbar, juga mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan semangat kolaboratif dan integratif, mengedepankan data, inovasi, dan pendekatan berbasis keluarga dalam setiap intervensi program.
“Kita semua harus menjadi bagian dari solusi. Bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi bekerja dengan hati, menyatu dalam satu gerak membangun Sulbar yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat terus berkomitmen mendukung penuh program prioritas daerah melalui penguatan perencanaan, pelayanan kesehatan dasar, dan pemberdayaan masyarakat, utamanya di wilayah-wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.




0 comments